Rabu, 8 April 2026

Parimo Hari Ini

KADIN Optimis Parigi Moutong Jadi Sentra Pengembangan Durian Modern Nasional

Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas durian serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
EKSPOR DURIAN BEKU - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong Faradiba Zaenong, menyampaikan optimisme besar terhadap potensi daerah tersebut sebagai sentra pengembangan durian modern tingkat nasional. Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong. (Dok. Pribadi) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong Faradiba Zaenong, menyampaikan optimisme besar terhadap potensi daerah tersebut sebagai sentra pengembangan durian modern tingkat nasional.

Menurut Faradiba, sumber daya alam melimpah dan sinergi kuat antara petani, pengusaha, dan pemerintah siap mendukung pengembangan durian besar.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas durian serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Optimisme ini didukung dengan penunjukan Parigi Moutong sebagai tuan rumah ekspor perdana durian beku ke Tiongkok.

Nota kesepahaman antara otoritas karantina Indonesia dan China membuka pasar durian segar dan beku yang sangat menjanjikan.

Baca juga: Begini Niat Puasa Dzulhijjah Hari Keempat untuk Sabtu 31 Mei 2025

Faradiba mengajak seluruh pemangku kepentingan menyambut momentum ini dengan aktif dan progresif.

“Pengembangan durian modern di Parigi Moutong mendorong reposisi ekonomi daerah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan ekspor bukan hanya soal volume, tapi juga menjaga mutu dan standar kualitas produk.

“Euforia ekspor membanggakan, tapi kita tidak boleh lengah,” ujar Faradiba.

Pasar internasional, khususnya Tiongkok, sangat selektif dalam menerima produk pangan.

“Mutu dan standar kualitas harus jadi prioritas agar durian Parigi Moutong bisa bersaing di pasar global,” tegasnya.

Pengembangan ini juga mendorong tumbuhnya industri pendukung, seperti pengemasan dan distribusi durian.

Pariwisata agrowisata durian mulai dikembangkan sebagai daya tarik baru yang berpotensi mengangkat perekonomian daerah.

Baca juga: Apindo Soroti Ketimpangan Tenaga Kerja, 3 Juta Pencari Kerja Baru Tiap Tahun Tapi Lowongan Menyusut

Faradiba berharap semangat dan sinergi petani, pelaku usaha, dan pemerintah terus diperkuat.

“Dengan semangat bersama, Parigi Moutong siap membuktikan kapasitasnya sebagai penghasil durian unggulan,” kata Faradiba.

Momen ekspor perdana jadi bukti daerah mampu bersaing di pasar internasional dengan komoditas lokal berkualitas.

“Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi agar durian Parigi Moutong dikenal tidak hanya di dalam negeri, tapi juga dunia,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved