Minggu, 26 April 2026

Parimo Hari Ini

Permintaan Madu Trigona asal Parigi Moutong Sulteng Tinggi Hingga Luar Daerah

Produk madu yang dihasilkan lebah tanpa sengat ini banyak diminati karena dianggap memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover
Madu Trigona asal Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus mengalami peningkatan permintaan, terutama dari luar daerah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO -  Madu Trigona asal Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus mengalami peningkatan permintaan, terutama dari luar daerah.

Produk madu yang dihasilkan lebah tanpa sengat ini banyak diminati karena dianggap memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Baca juga: Kundapil di Palu Selatan, Legislator Perindo Sulteng Minta Warga Proaktif Jemput Bantuan

Setiap kali panen, seluruh hasil produksi langsung dipesan oleh konsumen, tanpa perlu menunggu waktu lama untuk terjual.

“Setiap panen, madu langsung habis karena sudah ada yang pesan duluan,” kata Muhammad Zandi, pemilik brand Sandi Bee Farm, (7/6/2025).

Permintaan tertinggi datang dari Kota Palu, yang kini menjadi pasar utama penjualan madu Trigona miliknya.

Selain Palu, pesanan juga datang dari wilayah lain di Sulawesi Tengah hingga ke Makassar dan Kalimantan, Sumatra, hingga Papua.

Baca juga: Harga Terbaru iPhone Minggu 8 Juni 2025: iPhone 11,iPhone 12,iPhone 13,iPhone 14,iPhone 15,iPhone 16

Madu Trigona jenis Biroi yang dibudidayakan Zandi dikenal sebagai produk unggulan karena berasal dari lebah endemik Sulawesi.

“Hampir setiap minggu ada yang hubungi langsung dari Palu untuk pesan madu,” ujarnya.

Zandi menyediakan madu dalam tiga varian ukuran, masing-masing dengan harga berbeda sesuai kemasan.

Untuk kemasan 150 mililiter, madu dijual dengan harga Rp50 ribu per botol.

Baca juga: BP3MI Sulteng Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten/Kota

Sementara ukuran 250 mililiter dipatok seharga Rp100 ribu dan 600 mililiter dijual Rp200 ribu.

“Harganya tetap, karena kualitas madu tidak berubah dari awal sampai sekarang,” jelasnya.

Tingginya permintaan membuat Zandi harus menjaga budidaya miliknya tetap produktif agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Baca juga: Daftar Harga Terbaru HP Vivo Juni 2025: iQoo Neo 10, Vivo X200 Ultra, Vivo V50, Vivo Y100 5G

Ia juga memastikan kualitas madu tetap terjaga agar tidak mengecewakan konsumen tetap dari luar daerah.

“Konsumen rata-rata beli ulang karena merasa cocok dengan kualitas madu ini,” tutup Zandi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved