Parimo Hari Ini
Banjir Maleali Parimo: 70 KK Terdampak, Korban Butuh Makanan Siap Saji
Banjir dipicu hujan deras sejak sore hari. Dua sungai di sekitar pemukiman meluap, membuat air datang secara tiba-tiba saat malam hari.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Sedikitnya 70 Kepala Keluarga (KK) di Desa Maleali, Kecamatan Sausu, Parigi Moutong, terdampak banjir mendadak yang terjadi Sabtu (7/6/82025) kemarin.
Banjir dipicu hujan deras sejak sore hari. Dua sungai di sekitar pemukiman meluap, membuat air datang secara tiba-tiba saat malam hari.
Baca juga: Mini Touring PCX160 RoadSync, Honda Sulteng Tawarkan Pengalaman Premium Berkendara di Palu
Kepala Desa Maleali, Sahdin L Marhaba, mengatakan warga tidak sempat menyelamatkan barang karena Banjir datang cepat dan terjadi pada waktu malam.
“Air naik tiba-tiba. Karena malam, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menyelamatkan diri,” kata Sahdin kepada TribunPalu.com, Senin (9/6/2025).
Selain merendam rumah, Banjir menyebabkan kerusakan peralatan dapur dan bahan makanan pokok milik warga seperti beras dan lauk.
Menurut dia, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah makanan siap saji karena warga tak bisa lagi memasak secara mandiri.
Baca juga: P2MI Gandeng Universitas Alkhairaat Palu, Dorong Mahasiswa Siap Jadi Pekerja Migran Profesional
“Warga kami butuh makanan siap saji. Mereka belum bisa masak karena peralatan rusak dan bahan makanan sudah tidak layak,” ucapnya.
“Ada alat masak warga yang hanyut, ada juga yang tertimbun. Beras mereka juga banyak yang terendam lumpur,” ujar Sahdin L Marhaba.
Pemerintah Desa Maleali telah mendata korban terdampak dan melaporkannya ke pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk mendapat bantuan.
Sahdin L Marhaba menyebutkan respons pemerintah daerah tergolong cepat. Wakil Bupati terpilih, Abdul Sahid, telah meninjau lokasi banjir.
“Kemarin beliau datang. Beliau janji normalisasi sungai dan perbaikan jembatan akses warga,” ujarnya.
Baca juga: Sinopsis Film Hotel Sakura, Bakal Tayang 10 Juli 2025 di Bioskop
Selain itu, jembatan pertanian, yang merupaka jalur utama warga membawa hasil kebun, saat ini kondisinya rusak akibat banjir dan tak bisa dilewati.
“Sekarang masyarakat tidak bisa aktivitas. Jalan itu satu-satunya akses kantong produksi,” jelasnya menyoroti dampak ekonomi pascabanjir.
Warga berharap janji pemerintah segera terealisasi agar mereka dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah desa dan warga saat ini masih bergotong-royong membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir.
Ia berharap, kedepan adanya mitigasi dan infrastruktur tangguh menghadapi cuaca ekstrem di Parigi Moutong.
"Banjir besar baru kali ini terjadi. Kemarin-kemarin hanya banjir kecil saja," pungkasnya.(*)
| Bertahun-tahun Pinjam Jamban Tetangga, Warga Desa Gangga Parigi Moutong Kini Punya MCK |
|
|---|
| Dikukuhkan Jadi Ayah GenRe, Bupati Parigi Mourong Siap Dampingi Remaja dalam Lima Hak Dasar |
|
|---|
| Pansus DPRD Parimo Keluarkan 10 Rekomendasi, Dorong Evaluasi Proyek hingga Tertib Aset Daerah |
|
|---|
| Puslitbang Polri Evaluasi Kendaraan Dinas di Polres Parigi Moutong |
|
|---|
| PLN ULP Parigi Umumkan Pemadaman Listrik Hari Ini Selasa 15 Juli 2025, Cek Lokasi Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Warga-mulai-membersihkan-perabot-rumah-di-desa-maleali.jpg)