Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Lemahkan Otot hingga Pikun
Studi terbaru menunjukkan, duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit.
TRIBUNPALU.COM - Bekerja dengan duduk terlalu lama bisa memicu masalah kesehatan serius.
Tak hanya bikin badan pegal, mager (malas gerak) tingkatkan risiko kematian dini.
Hal ini diungkapkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Widya Eka Nugraha.
Baca juga: Daftar Harga iPhone di Indonesia 2025:iPhone 12,iPhone 13,iPhone 14, iPhone 15,iPhone 16, iPhone 16E
“Gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) atau yang biasa disebut mager berbeda dengan inaktivitas fisik biasa. Ini adalah kondisi ketika seseorang bahkan tidak melakukan aktivitas ringan,” jelas dr Widya.
Studi terbaru menunjukkan, duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit per sesi duduk.
Orang yang rutin olahraga pun tetap berisiko jika duduk terlalu lama tanpa jeda.
Baca juga: 22 Tahun Forum Pencinta Alam Pantai Timur Berdiri, Konsisten Lawan Kerusakan Lingkungan
Maka dari itu, seseorang yang duduk lebih dari 1 jam per sesi tetap meningkatkan risiko kematian.
“Harus jeda aktivitas duduk dengan gerakan ringan seperti berdiri dan berjalan (brisk walk) sebentar,” tuturnya.
Aktivitas fisik bisa diukur lewat satuan METs (metabolic equivalents).
Jika suatu aktivitas memiliki nilai METs kurang dari atau sama dengan 1,5, maka tergolong aktivitas sedentary (lembam).
Contohnya yakni, duduk, rebahan, atau menonton TV tanpa gerak.
“Seseorang disebut punya gaya hidup sedenter kalau lebih dari 50 persen waktu bangunnya (± 6 jam) dihabiskan hanya untuk duduk atau aktivitas sejenis,” jelasnya.
Duduk dalam waktu lama menyebabkan rendahnya METs sehingga metabolisme tubuh menjadi tidak terlalu aktif.
Baca juga: Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2025 Dibuka untuk 1.554 Formasi
Selain itu, duduk terlalu lama juga menyebabkan otot-otot tubuh melemah dan mengurangi massanya.
“Apabila semua hal tersebut terjadi dalam waktu lama, maka akan menyebabkan penumpukan kadar gula dalam darah, kadar kolesterol darah, aliran darah menjadi kurang lancar, melemahkan otot, hingga meningkatkan risiko kepikunan (demensia) dan kematian dini,” ungkapnya.
| O2SN 2026 Pertandingkan Lima Cabang Olahraga di Kota Palu |
|
|---|
| O2SN Tingkat SMA/SMK/MA Se-Kota Palu Dibuka, 103 Atlet Bersaing di Lima Cabang Olahraga |
|
|---|
| KKSS Tolitoli Lantik Pengurus Baru Masa Bakti 2026-2031, Fokus Tingkatkan Kontribusi Perantau |
|
|---|
| Energi Baru di Olahraga Buol, Kepengurusan KONI Didominasi Generasi Muda |
|
|---|
| Bupati Buol Pimpin KONI, Fokus Pembinaan Atlet dan Pembangunan Olahraga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-duduk-dalam-waktu-yang-lama.jpg)