Minggu, 31 Mei 2026

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Lemahkan Otot hingga Pikun

Studi terbaru menunjukkan, duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
freewayinsurance.com
ILUSTRASI DUDUK - Bekerja dengan duduk terlalu lama bisa memicu masalah kesehatan serius. Tak hanya bikin badan pegal, mager (malas gerak) tingkatkan risiko kematian dini. 

TRIBUNPALU.COM - Bekerja dengan duduk terlalu lama bisa memicu masalah kesehatan serius.

Tak hanya bikin badan pegal, mager (malas gerak) tingkatkan risiko kematian dini.

Hal ini diungkapkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Widya Eka Nugraha.

Baca juga: Daftar Harga iPhone di Indonesia 2025:iPhone 12,iPhone 13,iPhone 14, iPhone 15,iPhone 16, iPhone 16E

“Gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) atau yang biasa disebut mager berbeda dengan inaktivitas fisik biasa. Ini adalah kondisi ketika seseorang bahkan tidak melakukan aktivitas ringan,” jelas dr Widya.

Studi terbaru menunjukkan, duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit per sesi duduk

Orang yang rutin olahraga pun tetap berisiko jika duduk terlalu lama tanpa jeda.

Baca juga: 22 Tahun Forum Pencinta Alam Pantai Timur Berdiri, Konsisten Lawan Kerusakan Lingkungan

Maka dari itu, seseorang yang duduk lebih dari 1 jam per sesi tetap meningkatkan risiko kematian.

“Harus jeda aktivitas duduk dengan gerakan ringan seperti berdiri dan berjalan (brisk walk) sebentar,” tuturnya.

Aktivitas fisik bisa diukur lewat satuan METs (metabolic equivalents).

Jika suatu aktivitas memiliki nilai METs kurang dari atau sama dengan 1,5, maka tergolong aktivitas sedentary (lembam).

Contohnya yakni, duduk, rebahan, atau menonton TV tanpa gerak.

“Seseorang disebut punya gaya hidup sedenter kalau lebih dari 50 persen waktu bangunnya (± 6 jam) dihabiskan hanya untuk duduk atau aktivitas sejenis,” jelasnya.

Duduk dalam waktu lama menyebabkan rendahnya METs sehingga metabolisme tubuh menjadi tidak terlalu aktif.

Baca juga: Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2025 Dibuka untuk 1.554 Formasi

Selain itu, duduk terlalu lama juga menyebabkan otot-otot tubuh melemah dan mengurangi massanya. 

“Apabila semua hal tersebut terjadi dalam waktu lama, maka akan menyebabkan penumpukan kadar gula dalam darah, kadar kolesterol darah, aliran darah menjadi kurang lancar, melemahkan otot, hingga meningkatkan risiko kepikunan (demensia) dan kematian dini,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved