Selasa, 5 Mei 2026

Longsor Gunung Tirtanagaya Parimo

Satu Korban Longsor di Gunung Talenga Parigi Moutong Berhasil Dievakuasi

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover
Tim gabungan kembali berhasil mengevakuasi satu korban longsor di Gunung Talenga, Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (24/6/2025) pukul 14.30 WITA. Korban atas nama Sahrat, laki-laki berusia 43 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke posko evakuasi di Desa Tirtanagaya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Tim gabungan kembali berhasil mengevakuasi satu korban longsor di Gunung Talenga, Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (24/6/2025) pukul 14.30 WITA.

Korban atas nama Sahrat, laki-laki berusia 43 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke posko evakuasi di Desa Tirtanagaya.

Baca juga: Penyebab Dimas Anggara Gampar Keisha Alvaro Dibongkar Sahabat Oki Agustina, Diduga karena Iri

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu.

Dengan penemuan ini, total sudah tiga korban longsor berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan sejak Senin malam hingga Selasa sore.

Dua korban sebelumnya adalah Faisal alias Ijal (28 tahun) dan Arun (17 tahun), yang ditemukan Senin malam, 23 Juni 2025.

Baca juga: Korban Lakalantas di Jalur Kebun Kopi Seorang Anggota Polres Parimo

Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan bahwa saat ini tersisa empat korban lagi yang masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Rivai mengatakan, alat berat eskavator kini sudah berhasil menjangkau lokasi longsoran di lereng Gunung Talenga.

“Dengan masuknya eskavator ke lokasi, pencarian korban bisa lebih cepat karena material longsor cukup tebal,” ujar Rivai lewat pesan singkat.

Baca juga: Harga HP Vivo iQoo 2025: Vivo V50, Vivo Y39, Vivo X200 Ultra, Vivo Y100, iQoo Z10 hingga iQoo Neo 10

Selama dua hari terakhir, pencarian hanya mengandalkan cangkul dan sekop karena akses jalan yang sulit untuk kendaraan berat.

Medan di sekitar lokasi longsor tergolong ekstrem, dengan kemiringan tajam dan tanah labil akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya.

Sebelum ditemukan, jenazah Sahrat tertimbun di bawah material longsor yang dalam. Penggalian dilakukan menggunakan eskavator dan semprotan air alkon.

Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, serta warga dan relawan setempat.

Baca juga: Komisioner Komnas HAM Saurlin Siagian Pimpin Pendataan Korban Pelanggaran HAM Berat 1965 di Sulteng

Untuk diketahui, longsor terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, tujuh warga berada di hutan untuk mencari kayu.

Mereka menginap di gubuk yang berada dekat tebing. Saat hujan deras mengguyur, longsor menimbun seluruh area tempat mereka berkemah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved