Simak 3 Keistimewaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan
Di bulan haram ini, umat muslim pun dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebaikan.
TRIBUNPALU.COM - Salah satu dari empat bulan suci dalam Islam adalah Muharram.
Bulan Muharram juga merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah.
Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat: dari Hamdalah hingga Doa untuk Kaum Muslimin
Di bulan ini, banyak peristiwa penting terjadi dalam sejarah Islam.
Karenanya, Muharram disebut sebagai bulan yang penuh keutamaan dan kemuliaan.
Di bulan haram ini, umat muslim pun dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebaikan.
3 Keistimewaan Bulan Muharram
Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut ini tiga keistimewaan bulan Muharram:
1. Termasuk Bulan yang Diharamkan
Baca juga: Kesaksian Ali Musthofa, Tour Guide Bawa Juliana Naik Gunung, Sempat Dengar Korban Minta Bantuan
Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang diharamkan dalam Islam yakni selain Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Artinya, pada bulan ini berperang dan melakukan perbuatan tercela lainnya dilarang.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT ingin memberikan ketenangan dan kedamaian bagi umat Islam di bulan Muharram.
Baca juga: Doa Awal Tahun Baru Islam 1447 Hijriah/2025, Lengkap dengan Waktu Terbaik Membacanya
Para ulama, seperti dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa bulan-bulan haram seperti bulan Muharram memiliki kemuliaan khusus dan dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah serta menghindari perbuatan dosa.
2. Awal Tahun Hijriah
Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah, Muharram menandai awal dari tahun baru Islam.
Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan membuat resolusi baru dalam meningkatkan kualitas ibadah dan amal kebajikan.
3. Saksi Bisu Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
| Tanam Bibit Mangrove di Pantai Dupa, PDIP Sulteng Dorong Pelestarian Lingkungan Teluk Palu |
|
|---|
| Baznas Sulteng Dorong Legalitas Pernikahan untuk Masyarakat Kurang Mampu |
|
|---|
| Mengenang Fatmawati Soekarno dalam Balutan Wastra sebagai Ibu Bangsa |
|
|---|
| Luncurkan Buku “Bendera Tidak Pernah Diturunkan”, Muharram Nurdin Kritik Politik Pragmatis |
|
|---|
| Berani Cerdas, Berani Sehat : Berani Menghadapi Realitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/fjas8i-hfs89a-hfs89afsa.jpg)