Warga Balaroa Tagih Sertifikat
Warga Huntap Balaroa Minta Wali Kota Temui Mereka: Suara Terbanyak di Sini, Tapi Kami Dianaktirikan
Mereka menilai Wali Kota harus hadir secara langsung, mengingat suara terbanyak yang diperoleh pada Pilkada lalu berasal dari wilayah Huntap Balaroa.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Ketegangan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Balaroa terus memuncak.
Puluhan warga yang belum menerima sertifikat hak milik kini mendesak langsung agar Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, turun tangan dan menemui mereka di Kantor Kelurahan Balaroa.
Mereka menilai Wali Kota harus hadir secara langsung, mengingat suara terbanyak yang diperoleh pada Pilkada lalu berasal dari wilayah Huntap Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
“Kami minta Wali Kota Palu temui kami di sini, karena suaranya beliau paling banyak di Huntap,” tegas Moh. Zein, perwakilan warga, Kamis (10/7/2025).
Lebih lanjut, Zein menyampaikan rasa kecewa karena merasa wilayah mereka dianaktirikan.
Ia menyebut, sebagian warga penyintas di Huntap Tondo, Petobo, hingga Talise sudah mulai menerima sertifikat rumah mereka, sementara warga Balaroa belum mendapatkan kepastian.
"Huntap Tondo dan Talise itu sudah sebagian terima sertifikat, tapi kenapa kami seperti dianaktirikan?” ungkap Zein.
Warga juga menegaskan bahwa mereka telah mengikuti seluruh aturan pemerintah, termasuk membayar retribusi sampah.
Namun hak dasar mereka atas legalitas kepemilikan hunian belum terpenuhi.
Aksi warga ini menjadi akumulasi dari kekecewaan sejak penempatan di Huntap pasca bencana gempa dan likuefaksi tahun 2018.
Warga berharap pemerintah, khususnya Wali Kota Palu, segera memberikan kejelasan dan bersikap adil terhadap seluruh penyintas.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu kedatangan Wali Kota dan menyegel Kantor Kelurahan Balaroa.(*)
| Kantor Lurah Disegel Warga, Wali Kota Palu Janjikan Sertifikat Rampung Agustus 2026 |
|
|---|
| Jarang Hadiri Hajatan Warga, Warga Huntap Minta Wali Kota Palu Copot Lurah |
|
|---|
| Warga Huntap Balaroa Palu Minta Wali Kota untuk Ketemu: Kami Diperlakukan Tidak Adil |
|
|---|
| 181 Warga Huntap Balaroa Palu Mayoritas Pekerja Padat Karya: Mengaku Dipaksa Bayar PBB |
|
|---|
| Kantor Kelurahan Balaroa Disegel Warga, Camat Palu Barat: Saya Akan Coba Nego dengan Wali Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG_3370jpeg.jpg)