Jumat, 12 Juni 2026

Ekonomi Biru Sulteng 2025 hingga 2045

Rudi Dewanto Sebut Ekonomi Biru di Sulteng Fokus Pada Sektor Kelautan dan Perikanan

Ia berharap, seluruh sektor yang terkait dengan ekonomi biru dapat berkolaborasi dan bersinergi agar pemanfaatan sumber daya pesisir.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
EKONOMI BIRU SULTENG - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, menegaskan bahwa ekonomi biru di Sulawesi Tengah berfokus pada sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas utama. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, menegaskan bahwa ekonomi biru di Sulawesi Tengah berfokus pada sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas utama.

Penegasan itu ia sampaikan mewakili Gubernur Anwar Hafid, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan roadmap Ekonomi Biru Sulawesi Tengah 2025–2045 di Kantor Bappeda Sulteng, Kamis (17/7/2025).

Kata Rudi, luas wilayah laut Sulawesi Tengah yang lebih besar dibanding daratannya menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai kekuatan strategis dalam transformasi ekonomi daerah.

Baca juga: Sister City Palu dan Iwanuma, Jepang Siap Bangun Jembatan Kolaborasi

“Selain kelautan dan perikanan, kita juga fokus pada wisata bahari, transportasi laut, energi baru terbarukan (EBT), lingkungan hidup, pendidikan pesisir, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pesisir,” kata Rudi dalam sambutannya.

Ia berharap, seluruh sektor yang terkait dengan ekonomi biru dapat berkolaborasi dan bersinergi agar pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut dapat dilakukan secara terukur, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, lanjut Rudi, Indeks Ekonomi Biru Indonesia (IBEI) tidak hanya menjadi alat ukur keberlanjutan di tingkat kabupaten/kota, tetapi juga menjadi panduan penting untuk memantau dan mengarahkan kebijakan pembangunan daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bappeda Sulteng Susun Roadmap Ekonomi Biru 2025–2045 Lewat FGD

“Indeks ini memantau kinerja sektor-sektor ekonomi biru sebagai pendukung transformasi menuju visi RPJPD 2045, sekaligus menyoroti kemajuan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkaitan dengan ekonomi biru,” ujarnya.

IBEI juga dinilai mampu mendorong koordinasi yang lebih baik antar perangkat daerah dan para pemangku kepentingan lainnya, serta memberi gambaran kabupaten/kota mana yang perlu difokuskan untuk mengatasi ketimpangan dan merancang kebijakan ekonomi biru yang inklusif.

Rudi menambahkan, FGD yang digelar oleh Bappeda Sulteng dan NGO Blue Alliance Indonesia ini melibatkan tidak hanya unsur pemerintah, tetapi juga pelaku usaha, perbankan, dan organisasi masyarakat sipil.

“Kami percaya pendekatan golden triangle — antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan ekonomi biru. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, prosesnya akan lebih lambat,” ucapnya.

Baca juga: Sekda Sigi Hadiri Forum SJSN, Soroti Rendahnya Kepesertaan JKN dan Optimalisasi Dana Kapitasi

Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan provinsi terluas di Pulau Sulawesi, dengan potensi laut yang sangat besar dan perlu dimaksimalkan secara optimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved