Rabu, 8 April 2026

GEMPA POSO 2025

BNPB: 106 Rumah Rusak dan 2.011 Warga Mengungsi Akibat Gempa Poso

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan laporan.

|
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
GEMPA POSO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 106 rumah mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo (M) 5,7 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis malam (24/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 106 rumah mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo (M) 5,7 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis malam (24/7/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara yang dihimpun hingga Jumat (25/7/2025) pukul 10.00 WIB.

“Total rumah rusak mencapai 106 unit, terdiri dari 14 unit rusak berat dan 92 unit rusak ringan,” ujar Abdul Muhari dalam siaran persnya, Jumat (25/7/2025). 

Selain permukiman, gempa juga berdampak pada fasilitas umum. 

Tercatat masing-masing satu unit fasilitas pendidikan dan rumah ibadah mengalami kerusakan ringan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso, 113 Gempa Susulan Terjadi

Abdul Muhari mengatakan, belum ada ada laporan korban jiwa, namun empat warga mengalami luka ringan akibat gempa tersebut. 

Sementara itu, sebanyak 609 kepala keluarga atau 2.011 jiwa dilaporkan mengungsi untuk sementara waktu.

“Warga yang mengungsi tersebar di empat desa di dua kecamatan, yaitu Desa Tokilo, Tindoli, dan Tolambo di Kecamatan Pamona Tenggara, serta Desa Pendolo di Kecamatan Pamona,” jelasnya.

BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat untuk mendukung penanganan darurat dan manajemen informasi di wilayah terdampak. Koordinasi dan pemantauan juga terus dilakukan bersama BPBD Kabupaten Poso.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa Poso Dipicu Sesar Aktif, 96 Kali Gempa Susulan Tercatat

Terkait aktivitas gempa, BMKG mencatat hingga Jumat pukul 11.00 WITA telah terjadi 103 kali gempa susulan. Gempa terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 5,5 dan yang terkecil magnitudo 1,8.

“BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta memastikan struktur bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali,” kata Abdul Muhari.

Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

“Warga diharapkan tetap tenang dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi,” tambahnya.

Diketahui, gempa utama sebelumnya terjadi pada Kamis malam pukul 20.06 WIB dengan pusat gempa di daratan wilayah Poso pada kedalaman 10 kilometer. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved