Sulteng Hari Ini
Kepala BKKBN: Anak Stunting Sulit Bersaing, Bisa Jadi Penonton di Daerah Sendiri
Sehingga anak dengan Stunting tersebut dapat tidak produktivitas dalam bekerja.
“Prevalensi Stunting Sulawesi Tengah masih tinggi, yakni 26,1 persen. Di Parigi Moutong sendiri 22,3 persen. Artinya, dari setiap 100 anak yang lahir, 22 di antaranya mengalami Stunting,” ujar Tenny dalam kegiatan penanganan Stunting di Parigi, Selasa (5/8/2025).
Ia menekankan, angka tersebut berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Tingginya angka ini, menurutnya, menunjukkan bahwa perhatian dan penanganan Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Tenny menjelaskan bahwa Stunting berawal dari kurangnya asupan gizi dan infeksi berulang, terutama pada masa 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.
“Kalau gizi tidak terpenuhi sejak awal, maka perkembangan otak anak terganggu. Itu yang menyebabkan sulit belajar saat sekolah,” katanya.
Baca juga: Tenny C Sariton: Stunting di Sulteng Jadi PR Bersama yang Mendesak
Ia menambahkan, anak yang mengalami Stunting saat kecil, saat dewasa berisiko tinggi terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, hingga jantung koroner.
“Imunitas mereka juga rendah, sehingga tidak tahan menghadapi tekanan lingkungan kerja saat dewasa,” ucapnya.
“Padahal saya sangat ingin anak daerah yang lolos, karena mereka biasanya lebih bertahan. Kalau dari luar, baru satu tahun sudah minta pindah,” kata Tenny.
Ia menilai persoalan ini harus dilihat sejak hulu, dengan memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan gizi anak terpenuhi sejak masa kehamilan.
“1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas. Ini saatnya membentuk pondasi kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” tegasnya.
Dalam satu bulan terakhir, ia sudah empat kali hadir dalam kegiatan Stunting di kabupaten tersebut.
BKKBN, lanjutnya, telah menyalurkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari Dana Alokasi Non-fisik (DANFIS), Dana DAK BOKB, hingga program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
“Kami fasilitasi pemantauan gizi keluarga, edukasi gizi, pendampingan, sampai pembiasaan konsumsi makanan lokal bergizi,” jelasnya. (*)
| Pemprov Sulteng Bakal Somasi Pemkab Donggala Atas Tunggakan THR Tenaga PPPK |
|
|---|
| Asisten II Setdaprov Sulteng Terima Massa Aksi, Janji Fasilitasi Seluruh Tuntutan |
|
|---|
| Ratusan Massa Aksi di Gubernur Sulteng Tuntut THR 4.000 PPPK Donggala Dibayarkan Segera |
|
|---|
| Massa Aksi di Palu Sampaikan 11 Tuntutan Buruh dan Honorer Donggala |
|
|---|
| Zullikar Tanjung Pimpin Kejaksaan Tinggi Sulteng, Targetkan Sinergi Pemerintah dan Aparat Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Tenny-Sariton-Prevalensi-Stunting-Sulawesi-Tengah-Masih-Tinggi.jpg)