Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

Perpustakaan Daerah Banggai Jadi Pusat Perhatian, Diharapkan Lebih Kreatif

Ia berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme akreditasi serta strategi.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI: Wakil Bupati Banggai membuka bimbingan teknis penguatan pembinaan perpustakaan dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) di Hotel Santika Luwuk, Kecamatan Luwuk Selatan pada Kamis (7/8/2025). (Handover) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Wakil Bupati Banggai membuka bimbingan teknis penguatan pembinaan perpustakaan dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) di Hotel Santika Luwuk, Kecamatan Luwuk Selatan, Sulawesi Tengah pada Kamis (7/8/2025).

Kegiatan Bintek kali ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Agus Sutoyo selaku Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional dan Anton Alfian selaku Kepala Sub Koordinator Akreditasi Perpustakaan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Kepala Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Agus Sutoyo, menyatakan Perpustakaan Nasional telah memperhatikan Kabupaten Banggai karena memiliki perpustakaan yang megah dan indah. 

Baca juga: Patryzia Nolidi Wakili SDN 19 Balaesang di OSN Tingkat Kabupaten Donggala, Target Tembus Nasional

"Bangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banggai dirancang untuk menjadi tempat yang representatif untuk berbagai aktivitas kreatif masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili, menyampaikan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan upaya untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan yang tidak hanya memberikan informasi. 

"Tetapi juga mengembangkan potensi individu dan kelompok masyarakat," kata dia.

Dengan inklusi sosial, perpustakaan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk mereka yang kurang beruntung, agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

Baca juga: 5.717 Mahasiswa Sulteng Putus Kuliah, Beasiswa Kalla dan Berani Cerdas Jadi Harapan Baru

“Akreditasi perpustakaan menjadi indikator penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh perpustakaan telah sesuai dengan standar nasional. Dengan Akreditasi, perpustakaan dapat menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan yang terbaik, profesional dan terukur," ujar Furqanuddin.

Ia berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme akreditasi serta strategi dalam menerapkan pendekatan inklusi sosial di lingkungan perpustakaan masing-masing. 

"Mari kita bersama mewujudkan perpustakaan yang yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Banggai yang cerdas, literatif, berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Firqanhddin juga mengimbau untuk setiap kecamatan dapat membangun gedung perpustakaan guna mendekatkan literasi kepada masyarakat sesuai dengan 9 program unggulan kreatif dan inovatif Bupati dan Wakil Bupati Banggai, yaitu Banggai Cerdas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved