Rabu, 13 Mei 2026

OPINI

Semiotika Pesan Komunikasi Politik JK: Termul Jual, JK Beli

Dalam pandangan semiotika komunikasi itu bukan sekedar apa yang dikatakan, tetapi bagaimana kalimat-kalimat itu ditafsirkan.

Tayang:
Editor: mahyuddin
TribunPalu.com
Dr Attock Suharto, Dosen Tetap Ilmu Komunikasi UIN Datokarama Palu 

Dr Attock Suharto

Dosen Tetap Ilmu Komunikasi  UIN Datokarama Palu

"Kasih tahu itu termul-termul semua, Jokowi jadi presiden karena Saya" (Jusuf Kalla)

Mengikuti dan mencermati kalimat per kalimat pernyataan Jusuf Kalla dalam konferensi persnya (18/4/2026) terkait pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya imbas dari potongan videonya saat ceramah di UGM menarik untuk disimak dan diinterpretasi secara memdalam.

Pernyataan itu bukanlah pernyataan biasa dan dadakan, melainkan pernyataan yang terstruktur dipersiapkan untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya, bertujuan menepis tuduhan dan fitnah-fitnah keji yang dialamatkan kepadanya terkait Ijazah Palsu dan semacamnya. 

Pernyataan-pernyataannya kemudian bukan hanya terkait laporan polisi itu semata, tetapi sudah melebar hingga keterlibatan dirinya terhadap kesuksesan Jokowi menjadi presiden pun terungkit imbas menangkis "serangan termul" tersebut.

Konferensi pers yang dimulai dengan nada datar, tenang dan sedikit terbata-bata itu penanda bahwa JK sedang mengatur ritme agar bisa mengontrol ucapannya.

Baca juga: Roy Suryo Dituding Terima Dana Rp5 Miliar dari JK, Kuasa Hukum Membantah: Kami Berjuang Gratis

Karena (sepertinya) di benaknya ada yang bergejolak menyaksikan ulah dari oknum-oknum yang menyeret nama besarnya ke kubangan politik ambisius.

Kelompok tertentu yang memaksanya kembali ke gelanggang untuk menyikapinya agar tidak berlarut-larut. 

Seperti slogannya "lebih cepat lebih baik" pak JK dengan sigap menjawab dan mengkonfrontir isu-isu negatif terhadap dirinya.

Tampilnya JK ke publik membawa pesan komunikasi yang secara semiotik dapat diinterpretasi sebagai pernyataan yang tidak berdiri tunggal, kehadirannya bukan sekedar melafaskan bait-bait komunikasi biasa.

Karena dalam pandangan semiotika komunikasi itu bukan sekedar apa yang dikatakan, tetapi bagaimana kalimat-kalimat itu ditafsirkan.

Banyak kalimat-kalimat JK dalam keterangan persnya itu yang multitafsir, tetapi ada satu kalimat penting yang tentunya dapat dijakdikan sebagai blue print dan bahkan menjadi quotes yang langsung viral di jagat maya.

Pernyataan itu adalah "kasih tahu itu termul-termul semua, Jokowi jadi presiden karena Saya" kata JK dengan majas logat Bugis Makassar yang kental.

Dominasi Politik

Dosen Tetap Ilmu Komunikasi UIN Datokarama Palu Dr Attock Suharto saat bertandang ke kediaman Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
Dosen Tetap Ilmu Komunikasi UIN Datokarama Palu Dr Attock Suharto saat bertandang ke kediaman Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. (TribunPalu.com)
Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved