Tanda dan Gejala Super Flu: Patut Waspada Jika 4 Hari Flu Tak Kunjung Sembuh
Tanda dan Gejala Super Flu: Patut Waspada Jika 4 Hari Flu Tak Kunjung Sembuh
Apa itu Super Flu
Istilah super flu belakangan ramai dibicarakan publik, seiring meningkatnya laporan kasus influenza di sejumlah negara.
Tak sedikit masyarakat yang kemudian menyamakannya dengan flu babi atau flu burung, dua penyakit yang sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran global.
Padahal, menurut dokter sekaligus ahli paru dari RS Persahabatan Prof. Erlina Burhan, ketiganya memiliki perbedaan mendasar, terutama dari sisi strain virus penyebabnya.
Flu Babi dan Flu Burung: Sama-sama Influenza, Tapi Berbeda Asal
Prof. Erlina menjelaskan bahwa flu babi dan flu burung sama-sama termasuk penyakit influenza, meski penamaannya sering membuat publik keliru memahami sumber penularannya.
“Kalau flu babi itu namanya saja, tapi bukan juga penyebabnya babi, tapi tetap virus influenza itu H1N1 yang bermutasi,"ungkapnya pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (14/1/2026).
Virus influenza H1N1 yang dikenal sebagai flu babi pertama kali ditemukan di Meksiko dan sempat disebut sebagai flu Meksiko.
Sementara flu burung disebabkan oleh virus H5N1 yang berasal dari unggas seperti ayam dan burung.
Perbedaan strain inilah yang membuat karakter penularan dan dampaknya pada tubuh manusia menjadi tidak sama.
Bukan Virus Baru, Tapi Varian yang Bermutasi
Berbeda dengan flu babi dan flu burung, istilah super flu merujuk pada virus influenza A varian H3N2 yang mengalami mutasi. Prof. Erlina menegaskan bahwa secara medis, super flu tetaplah influenza.
“Ini adalah virus influenza juga tetapi yang variannya H3N2 yang ada mutasi, satu mutasi di subclade K,"imbuhnya.
Mutasi di subclade K ini membuat virus menjadi sedikit lebih sulit dikenali oleh sistem imun, terutama pada kelompok rentan.
Tubuh yang biasanya mampu mengenali H3N2 standar membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons varian yang telah bermutasi.
Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?
Menurut Prof. Erlina, sebagian besar mutasi virus sebenarnya menghasilkan strain yang lebih lemah.
Namun dalam beberapa kasus, mutasi justru dapat membuat gejala terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama.
| Dinkes Sulteng: Belum Ada Kasus Terkonfirmasi Super Flu di Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Dinkes Sulteng Pastikan Wabah Super Flu Tidak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan |
|
|---|
| Fenomena Super Flu Meningkat di Indonesia, Begini Gejala dan Pencegahannya |
|
|---|
| 5 Manfaat Bumbu Dapur Ketumbar untuk Kesehatan Tubuh: Turunkan Kolesterol hingga Atasi Pilek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/inhaler-flu-677.jpg)