Kamis, 28 Mei 2026

Usai Temui Jokowi, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan DHL Ajukan Restorative Justice

Dua tersangka kasus dugaan tudingan Ijazah Palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mengajukan RJ

Tayang:
Editor: Lisna Ali
kolase Tribunnews dan Kompas TV
IJAZAH JOKOWI - Dua tersangka kasus tudingan Ijazah Palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, resmi mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ). 

Pertemuan itu berkaitan dengan laporan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.

“Ini pertemuan kedua. Follow up. Tujuannya jelas, bukan silaturahmi biasa, apalagi minta maaf,” kata Mikhael menegaskan.

Ia menyebut, Eggi Sudjana memang mengakui bertemu langsung dengan Jokowi.

Namun isi pertemuan justru berisi dialog dan penyampaian pandangan kritis, bukan permohonan maaf.

“Yang terjadi justru sebaliknya. Bang Eggi mengatakan dia menasihati Jokowi. Memberikan pandangan dan peringatan moral,” ujar Mikhael.

Hal paling sensitif dari pengakuan Eggi, menurut Mikhael, adalah adanya dua aparat kepolisian aktif yang ikut mendampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saat memasuki rumah Jokowi.

“Ini pengakuan langsung Bang Eggi. Ada dua sosok aparat, satu penyidik dan satu atasan,” kata Mikhael.

Ia menilai hal tersebut sangat bermasalah secara etik dan hukum, karena melibatkan aparat aktif dalam pertemuan antara pelapor dan terlapor.

“Pelapor dan terlapor tidak boleh dipertemukan, apalagi dimediasi penyidik aktif. Ini bahaya dan mencoreng penegakan hukum,” tegasnya.

Mikhael juga secara tegas membantah isu yang menyebut Eggi Sudjana meminta maaf atau ada unsur transaksional dalam pertemuan tersebut.

“Bang Eggi menegaskan ke saya, tidak ada permintaan maaf, tidak ada pencairan dana, tidak ada kompromi,” ujarnya.

Ia menyebut isu permintaan maaf sengaja digulirkan ke publik setelah pertemuan tersebut diberitakan oleh ajudan Jokowi kepada wartawan, meski sebelumnya diklaim sebagai pertemuan tertutup.

“Kalau dibilang rahasia, kenapa malah disampaikan ke media?” kata Mikhael mempertanyakan.(*)

 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved