Senin, 13 April 2026

Bongkar Aliran Uang, Noel Sebut Ada Parpol Inisial 'K' dan Ormas Terima Hasil Korupsi K3

Kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 yang menjerat mantan Wamenaker Immanuel 'Noel' Ebenezer memasuki babak baru.

|
Editor: Lisna Ali
Tribunnews/Jeprima
ALIRAN UANG - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel bersama tahanan lainnya mengenakan rompi orange dan tangan terborgol berjalan menuju ruang konferensi pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025). Noel secara mengejutkan mengungkap adanya aliran dana hasil praktik korupsi tersebut yang mengalir ke salah satu partai politik (parpol) dan organisasi masyarakat (ormas). 

TRIBUNPALU.COM - Kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 yang menjerat mantan Wakil Menteri Kementerian Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel memasuki babak baru.

Noel secara mengejutkan mengungkap adanya aliran dana hasil praktik korupsi tersebut yang mengalir ke salah satu partai politik (parpol).

Hal itu disampaikan Noel sesaat sebelum menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Noel menyebut parpol yang masuk dalam pusaran aliran dana haram ini memiliki inisial atau unsur huruf "K" pada namanya.

"Partainya ada huruf K-nya. Udah itu dulu clue-nya ya," ujar Noel kepada awak media.

Baca juga: Eks Wamenaker Noel Klaim Soal HP di Plafon Milik Pembantu, KPK: Tetap Akan Diperiksa

Selain partai politik, Noel juga menyebut sebuah organisasi masyarakat (ormas) non-keagamaan ikut menerima kucuran dana tersebut.

"Ormas yang jelas tidak berbasis agama," terang Noel.

Noel menegaskan bahwa dirinya siap membongkar lebih jauh bagaimana aliran uang tersebut didistribusikan ke pihak eksternal.

Meski dicecar mengenai nama spesifik parpol dan ormas yang dimaksud, Noel masih memilih untuk menjaga kerahasiaan rincian tersebut hingga saat yang tepat di dalam ruang sidang.

Ia menekankan bahwa poin utamanya bukanlah keterlibatan institusi tersebut secara langsung dalam teknis korupsi, melainkan muara aliran uang yang masuk ke sana.

"Ntar aja ntar (soal nama jelas parpol dan ormas). Alirannya bukan terlibatnya, alirannya," tambah Noel sambil terus berjalan menuju ruang sidang.

Baca juga: Terkait Kasus Noel, KPK Tak Tutup Kemungkinan Panggil Menteri Ketenagakerjaan

Noel saat Tiba di Pengadilan

Terdakwa tiba di pengadilan mengenakan rompi tahanan oranye dan kemeja batik biru, dengan status sebagai penerima gratifikasi miliaran rupiah.

Ia terlihat mengenakan kemeja batik biru dan dibalut dengan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bewarna oranye.

Selain itu Noel juga terlihat membawa map berwarna biru.

Saat disinggung mengenai kesiapannya hari ini, Noel mengaku siap menjalani proses sidang dengan agenda pemeriksaan para saksi.

Baca juga: Poso Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo, Aktivitas Sesar Jadi Pemicu

Didakwa Terima Gratifikasi dan 1 Motor Decuti 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved