Selasa, 21 April 2026

Siswa SMAN 5 Palu Demo

Ketua OSIS SMA 5 Palu: Saya Pernah Dipaksa Berbohong soal Dana BOS

Sukriansya kecewa karena ketika mempertanyakan ke pihak sekolah, mereka justru dilempar balik dengan pertanyaan. 

|
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
POLEMIK SMA NEGERI 5 PALU - Polemik penggunaan dana BOS di SMA Negeri 5 Palu kian melebar.  Ketua OSIS SMA 5 Palu, Sukriansya, blak-blakan mengaku pernah dipaksa berbohong oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mohamad Arief, saat ada inspeksi anggaran. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Polemik penggunaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 5 Palu kian melebar. 

Ketua OSIS SMA Negeri 5 Palu, Sukriansya, blak-blakan mengaku pernah dipaksa berbohong oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mohamad Arief, saat ada inspeksi anggaran.

“Saya mengalami hal mengganjal karena dipaksa berbohong oleh pihak sekolah. Yang memaksa saya yaitu wakasek kesiswaan, Pak Arief,” ujar Sukriansya saat ditemui usai Demonstrasi, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, saat itu ia diminta mengamini apapun soal penggunaan dana BOS. 

Baca juga: Aktivitas Pelabuhan Tangkiang Sebabkan Jalan Nasional Berlubang dan Berdebu

“Nanti kalau ada dari pihak sana mengenai penggunaan dana BOS bilang saja iya iya sesuai instruksi dari bapak,” katanya.

Namun Sukriansya menilai banyak hal tidak sesuai fakta. 

Ia mencontohkan pada kegiatan jalan santai, pihak sekolah menyebut semua siswa mendapat konsumsi. 

“Sedangkan kita siswa yang jalan santai tidak ada yang mendapatkan konsumsi,” tegasnya.

Hal serupa terjadi pada pemilihan ketua OSIS

Panitia disebut dianggarkan dua kali konsumsi karena pemilihan berlangsung dua kali. 

“Padahal faktanya hanya satu kali, itupun panitia tidak dapat konsumsi,” ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Sulteng Terima Audiensi KPID, Dorong Penguatan Penyiaran dan Tanggap Hoaks

Sukriansya kecewa karena ketika mempertanyakan ke pihak sekolah, mereka justru dilempar balik dengan pertanyaan. 

“Bagaimana kita mau percaya kepada pihak sekolah, sedangkan pihak sekolah tidak ada kejelasan. Kami mau dananya, hak kami diserahkan kepada kami,” katanya.

Korlap aksi, Abd Aman, menambahkan, siswa juga menuntut kejelasan dana BOS ekstrakurikuler sebesar Rp189 juta per tahun.

Baca juga: Harga HP Oppo Terbaru: Oppo Reno14 Series, Oppo A5i, Oppo A3x, Oppo Find N5, Oppo Find X8

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved