Haul Guru Tua 2026
Hadiri Haul Guru Tua ke-58 di Palu, Menag Nasaruddin Umar Tekankan Keberkahan dan Teladani Ulama
Haul Guru Tua ini setiap tahunnya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri Haul Guru Tua ke-58 di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam kegiatan haul merupakan bagian dari ikhtiar spiritual.
- Menag menekankan bahwa para ulama dan wali adalah pewaris ajaran Nabi yang ilmunya bersambung (sanad), sehingga umat Islam dianjurkan untuk meneladani jalan keilmuan dan akhlak mereka.
- Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa mendoakan orang lain dan memperbanyak shalawat memiliki dampak besar.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menghadiri Haul Guru tua ke-58 di Kompleks Alkhairaat, Jl Sis Aljufri, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam haul merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang tidak akan pernah sia-sia.
Ia menegaskan bahwa tradisi bershalawat dan mengenang para ulama adalah amalan yang sejalan dengan ajaran Islam.
Baca juga: Hakim Bertemu Pihak Berperkara di Kafe Bisa Kena Sanksi Etik, KY Siap Tindak
"Maka dari itu sekalian, kehadiran kita semua di sini tidak rugi. Justru inilah yang kita cari dalam hidup, yaitu keberkahan. Allah dan para malaikat-Nya senantiasa bershalawat kepada Nabi, maka sudah sepatutnya kita sebagai umat juga memperbanyak shalawat," ujar Menteri Agama dalam sambutannya di hadapan ribuan jemaah.
Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya menjaga kecintaan kepada ulama dan meneladani jalan keilmuan yang bersambung (sanad) hingga Rasulullah.
Menurutnya, para ulama dan wali adalah pewaris ajaran Nabi yang terus hidup memberi bimbingan kepada umat.
"Para wali dan ulama itu berguru kepada Rasulullah. Ilmunya bersambung, tidak terputus," ucapnya Menag RI itu.
Baca juga: Menteri Nusron Wahid Ajak UIN Datokarama Palu Turun Tangan Urus Sertifikasi Tanah dan Wakaf
Ia juga mengingatkan bahwa mendoakan orang lain merupakan amalan yang memiliki dampak besar, bahkan akan kembali kepada diri sendiri dalam bentuk kebaikan.
"Jangan pernah merasa rugi mendoakan orang lain. Doa itu akan kembali kepada kita dan menjadi amal yang nyata, bahkan setelah kita tiada," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Guru Tua merupakan figur sentral dalam pengembangan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.
Rangkaian kegiatan haul diisi dengan pembacaan doa, zikir, serta tausiyah yang menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Guru Tua.
Haul Guru Tua setiap tahunnya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Baca juga: KM Dharma Kencana V Angkut 1.545 Penumpang dari Donggala ke Balikpapan dan Surabaya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Agama, Menteri ATR/BPN, Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Gorontalo, serta Kakanwil Kemenag Sulawesi Tengah.(*)
Haul Guru Tua
Guru Tua
Nasaruddin Umar
Menteri Agama RI
Kelurahan Siranindi
Kecamatan Palu Barat
jemaah
| Haul Guru Tua Pertama di Morowali Utara, Momentum Kebangkitan Spiritual Umat Islam |
|
|---|
| Ribuan Jemaah Padati Haul Guru Tua ke-58 di Palu, Momentum Penguatan Nilai Keislaman dan Silaturahmi |
|
|---|
| Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bersatu Lanjutkan Perjuangan Guru Tua |
|
|---|
| Haul ke-58 Guru Tua, Gubernur Anwar Hafid Serukan Kebangkitan Pendidikan Diniyah |
|
|---|
| Haul Guru Tua ke-58, PSMTI Sulteng Dorong Semangat Toleransi dan Kebersamaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Hadiri-Haul-Guru-Tua-Menag-RI-5687.jpg)