Senin, 13 April 2026

PDIP Sulteng

Ketua DPRD Parigi Moutong Minta Pemerintah Bangun Tanggul Permanen di Balinggi

Alfres Masboy Tonggiroh meninjau dampak Banjir bersama Wakil Bupati Abdul Sahid.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: mahyuddin
HANDOVER
Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh meminta pemerintah kabupaten segera mengusulkan pembangunan tanggul permanen di  Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Permintaan itu disampaikan Legislator PDIP Parigi Moutong itu saat meninjau dampak Banjir di Desa Balinggi Jati, Rabu (20/8/2025). 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh meminta pemerintah kabupaten segera mengusulkan pembangunan tanggul permanen di  Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Permintaan itu disampaikan Legislator PDIP Parigi Moutong itu saat meninjau dampak Banjir di Desa Balinggi Jati.

Alfres Masboy Tonggiroh meninjau dampak Banjir bersama Wakil Bupati Abdul Sahid.

“Selama ini tanggul sungai hanya bersifat sementara, dari karung berisi pasir. Harusnya ada tanggul permanen karena daerah ini langganan Banjir,” kata Alfres via telepon, Rabu (20/8/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Rendam Kecamatan Balinggi Parimo, 70 KK Terdampak, 1 Unit Mobil Terseret Air

Elite PDI Perjuangan dari Dapil Sausu, Torue dan Balinggi itu menilai, banjir di Kecamatan Balinggi harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat, dalam hal ini BWS Sulawesi III.

“Harus ada perhatian serius karena daerah itu adalah kawasan pertanian. Apalagi curah hujan sangat tinggi beberapa hari terakhir jadi persoalan tanggul harus segera terlaksana," jelas Alfres.

Diketahui, Banjir melanda Desa Balinggi Jati usai tanggul Sungai Tapiau jebol pada Selasa (19/8/2025) malam.

Air bah kemudian masuk ke area persawahan dan permukiman warga di Desa Balinggi Jati.

Balinggi Jati memiliki sepuluh dusun, dan hampir seluruh dusun terdampak banjir kali ini.

Kondisi terparah berada di Dusun 6, dengan sekitar 250 kepala keluarga terdampak banjir.

Sebagian warga kembali ke rumah masing-masing, sebagian lainnya menumpang di rumah tetangga.

Meski sudah kembali, banyak warga belum bisa memasak karena alat dapur terendam air.

Tidak hanya di Balinggi Jati, banjir juga melanda Desa Suli, Kecamatan Balinggi.

Di desa itu, saluran pembuang Purwekerto Jati jebol sehingga air meluap ke Jalan Trans Sulawesi.

Luapan air di jalan utama sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved