Parigi Moutong Hari Ini
Tambang Diduga Cemari Sungai Olaya, Nelayan Nike di Parimo Kehilangan Nafkah
Lumpur dan sisa aktivitas tambang terbawa hingga ke muara sungai, membuat air berubah kecokelatan dan berlumpur.
TRIBUNPALU.COM - Nelayan di muara Sungai Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini menghadapi kesulitan besar dalam mencari nafkah.
Air sungai yang berubah keruh dan berlumpur diduga akibat aktivitas tambang emas di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, mengancam keberlangsungan hidup para nelayan nike yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan kecil tersebut.
Lian, salah satu nelayan, mengungkapkan bahwa meski nike masih bisa dijaring, pembeli semakin berkurang karena keraguan terhadap kualitas ikan dari sungai yang tercemar.
Baca juga: Nelayan Nike di Olaya Parimo Bertahan di Sungai Keruh, Harap Sungai Kembali Jernih
“Paling sedikit satu ember bisa dapat. Tapi yang beli sudah tidak seperti dulu,” katanya.
Menurut para nelayan, perubahan ini mulai terjadi sejak tambang emas mulai beroperasi.
Lumpur dan sisa aktivitas tambang terbawa hingga ke muara sungai, membuat air berubah kecokelatan dan berlumpur.
Baca juga: Pemkab Tolitoli Gandeng Bank Sulteng untuk Perkuat Ekonomi dan Data Desa
Dampaknya bukan hanya dirasakan nelayan, tetapi juga petani di sekitar sungai yang sawah dan kebunnya mulai terpengaruh kualitas tanahnya.
Kondisi ini sudah sering dikeluhkan ke pemerintah setempat. Namun, hingga kini nelayan merasa belum ada tindakan nyata yang memperbaiki keadaan.
Mereka hanya berharap sungai kembali jernih agar hasil tangkapan bisa diterima dengan baik oleh pembeli.
Dalam sebuah diskusi terbuka bersama Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, warga pesisir Rifa’i Pakaya menyampaikan bahwa kehidupan nelayan semakin sulit akibat kerusakan lingkungan tersebut.
“Sampai hari ini, mereka tidak bisa lagi memberi makan anak istri karena tak ada hasil nike,” katanya.
Wakil Bupati Abdul Sahid menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan berusaha memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak, termasuk melalui program CSR dari perusahaan tambang.
Baca juga: Ragam Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia: Ini 7 Paling Populer
Ia berharap masyarakat memberi waktu untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal sebelumnya.
Meski demikian, nelayan seperti Lian dan Arifuddin menginginkan bukan janji, tapi kepastian bahwa sungai akan kembali bersih dan kehidupan mereka pulih seperti dulu.
“Kami cuma mau sungai kembali jernih. Supaya nike bisa terlihat lagi dan hidup kami normal seperti dulu,” pungkas Lian.
Sungai Olaya
| Dugaan Takaran BBM Tidak Tepat, Konsumen SPBU Toboli Parigi Moutong Protes ke Petugas |
|
|---|
| Hujan Deras, Dua Desa di Kecamatan Moutong Parigi Terendam Banjir, Tiga Titik Tanggul Jebol |
|
|---|
| Video Dugaan Penculikan Anak di Parigi Moutong Dipastikan Hoaks, Polisi Beri Klarifikasi |
|
|---|
| Sungai Uwetua Meluap, Jalan Trans Sulawesi Parigi Moutong Tergenang 50 cm |
|
|---|
| Ketua DPRD Parimo Sebut Jembatan Rusak di Balinggi Jati Sudah Masuk Rencana Perbaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000182232jpg.jpg)