Kamis, 16 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Nelayan Nike di Olaya Parimo Bertahan di Sungai Keruh, Harap Sungai Kembali Jernih

Seperti biasa, ia turun ke sungai setiap akhir bulan, saat nike bermunculan.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
Subuh hari di muara Sungai Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Lian tampak sibuk menyiapkan pukat. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Subuh hari di muara Sungai Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Lian tampak sibuk menyiapkan pukat.

Seperti biasa, ia turun ke sungai setiap akhir bulan, saat nike bermunculan.

Air sungai kini tampak keruh. Warna kecokelatan membuat muara berbeda dari dulu yang jernih dan berkilau ketika cahaya matahari pagi memantul di permukaan.

Meski air berlumpur, tangkapan nike sebenarnya masih lumayan. Lian mengaku, paling sedikit ia bisa membawa pulang satu ember setiap kali turun.

“Paling sedikit satu ember bisa dapat. Hanya saja, yang beli sudah tidak seperti dulu,” kata Lian kepada TribunPalu.com.

Baca juga: PLN UP3 Palu Gandeng SMKN 3 Latih Siswa Modifikasi Motor Konvensional Jadi Motor Listrik

Nike yang kecil dan bergerombol masih bisa dijaring dengan pukat. Nelayan hanya perlu lebih sabar menunggu hingga jaring benar-benar terisi.

Namun, persoalan muncul ketika hasil tangkapan itu hendak dijual. Pembeli kini jarang datang ke Pantai Olaya karena ragu dengan kondisi sungai.

“Sudah pasti gara-gara sungainya. Orang lihat keruh begini, mereka pikir ikan sudah tercemar,” ucap Arifuddin, nelayan lain.

Menurutnya, perubahan ini mulai terasa sejak aktivitas tambang emas di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigk Barat beroperasi.

Air sungai menjadi keruh, aliran membawa lumpur hingga ke muara.

“Dulu sungainya bersih sekali. Tapi sejak ada tambang, jadi keruh begini. Airnya seperti bercampur lumpur,” tutur Lian.

Baca juga: Pemkab Tolitoli Gandeng Bank Sulteng untuk Perkuat Ekonomi dan Data Desa

Dampaknya tidak hanya dirasakan nelayan. Sejumlah aliran sungai kecil yang bermuara di Olaya ikut tercemar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved