Sulteng Hari Ini
Anwar Hafid Ungkap Syarat Beasiswa BERANI Cerdas Sulteng Kini Lebih Mudah
Misalnya saja, syarat IPK diturunkan dari 3,7 hingga 3,0 dan batas usia pendaftar ditambah hingga 25 tahun dari awalnya 20 tahun.
TRIBUNPALU.COM - Gubernur Sulteng H Anwar Hafid menepis anggapan pendaftaran program beasiswa BERANI Cerdas 'ribet' dan berbelit-belit.
Justru persyaratan program telah banyak dilonggarkan untuk memudahkan dan meningkatkan jumlah pendaftar program.
Misalnya saja, syarat IPK diturunkan dari 3,7 hingga 3,0 dan batas usia pendaftar ditambah hingga 25 tahun dari awalnya 20 tahun.
Bahkan pendaftaran manual ke dinas pendidikan provinsi dapat dilakukan seumpama pendaftar terkendala jaringan internet karena tinggal di daerah pelosok.
Terbaru, Pemprov Sulteng lanjutnya segera ber-MoU dengan berbagai universitas agar surat keterangan kuliah sebagai bukti validitas penerima beasiswa adalah mahasiswa aktif bisa dilakukan kolektif.
Baca juga: Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Capai 92 Persen, Target Rampung 27 September
Sehingga dekan atau pejabat kampus yang berwenang tak perlu lagi repot berkali-kali membubuhkan tanda tangan pada tiap surat keterangan yang diproses.
"Ini usaha-usaha yang kita lakukan agar (BERANI Cerdas) dapat diakses masyarakat," tutur gubernur dalam dialog interaktif 'Gubernur Menyapa : BERANI Cerdas Untuk Siapa' di Studio LPP RRI Palu, Kamis (4/9).
Syarat dan prosedur administratif tadi tegasnya diberlakukan sebab beasiswa BERANI Cerdas bersumber dari APBD 2025 dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya secara akuntabel dan transparan.
Termasuk memastikan tidak ada mahasiswa Sulteng yang menerima beasiswa dobel, artinya jika seorang mahasiswa sudah menerima beasiswa dari sumber lain di luar program Berani Cerdas, maka ia tidak berhak lagi menerima beasiswa ini.
"Karena ini uang negara maka ada prosedur yang harus dipenuhi," tegasnya untuk mencegah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa program beasiswa ini hadir dengan dua jalur yang sudah ditetapkan.
Baca juga: Pelajar TK Aisyiyah Pangi Belajar di Halaman Usai Gempa Guncang Parigi
Pertama, jalur afirmasi, yang menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan terkendala finansial.
Kedua, jalur prestasi, bagi mahasiswa bukan dari keluarga kurang mampu dan dibuktikan dengan nilai IPK minimal 3.0 atau bukti lain seperti anggota paskibraka, atlet berprestasi dan sebagainya.
| Hardiknas 2026 di Sulteng Dorong Penerapan Deep Learning di Dunia Pendidikan |
|
|---|
| Satgas Yonif 711 Jadi Dokter Keliling di Pedalaman, Warga Tak Lagi Jalan Puluhan Kilometer Berobat |
|
|---|
| Upacara Hardiknas 2026, Wagub Sulteng Sosialisasikan Prioritas Deep Learning Mendikdasmen |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas 2026, Kepsek SMK 5 Palu : Menjadi Guru yang Tak Lekang oleh Zaman |
|
|---|
| Hardiknas 2026 di Gumbasa Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas dan Karakter Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2025-09-04_at_17_15_43jpeg.jpg)