Banjir Kecamatan Parigi
Warga Parigi Moutong Minta Jembatan Jalan Pramuka Bantaya Dibuat Lebih Tinggi
Abdul Muis, mengatakan persoalan itu telah disampaikan berkali-kali kepada pemerintah.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Warga Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meminta pemerintah daerah segera meninggikan jembatan di Jalan Pramuka, Kelurahan Bantaya, yang kerap menjadi titik langganan banjir setiap musim hujan.
Mereka menilai posisi jembatan yang rendah menyebabkan aliran air tersumbat dan cepat meluap ke jalan serta permukiman warga.
Abdul Muis, mengatakan persoalan itu telah disampaikan berkali-kali kepada pemerintah.
“Sudah sering diusulkan supaya jembatan ditinggikan, tapi belum ada realisasi sampai sekarang,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Sigi Gelorakan Semangat Hilirisasi dan Kedaulatan Pangan di Milad ke-59 KAHMI
Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan warga karena banjir selalu datang setiap musim hujan.
“Kalau dibiarkan terus, rumah-rumah akan terus terendam. Ini bukan masalah baru,” kata Muis.
Dia meminta perbaikan jembatan dan drainase dimasukkan dalam program prioritas pembangunan daerah.
Sebab, mereka yakin banjir dapat diminimalkan jika aliran air lancar dan tidak terhambat struktur jembatan.
“Solusinya jelas, perbaiki drainase dan tinggikan jembatan supaya air cepat keluar,” tegas Muis.
Banjir kembali merendam kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 08.00 Wita, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Rendam Enam Titik di Kecamatan Parigi, Warga Keluhkan Drainase Buruk
Genangan air terpantau di enam titik, termasuk di Jalan Pacuan Kuda, Jalan Yosudarso, dan kompleks BTN Naposa Kampal.
Warga menyebut, kondisi serupa selalu terjadi setiap kali hujan turun deras selama beberapa jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000216705__1_jpg.jpg)