Tolitoli Hari Ini
Jemi Yusuf: Jembatan Limpas Batunobota Harus Permanen, Keselamatan Anak Sekolah Taruhannya
Akibatnya, anak-anak sekolah terpaksa dievakuasi dan aktivitas warga terganggu.
TRIBUNPALU.COM - Jemi Yusuf, Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, menyoroti kondisi Jembatan Limpas di Dusun Batunobota Bota, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, yang kerap terendam Banjir setiap kali hujan turun.
Akibatnya, anak-anak sekolah terpaksa dievakuasi dan aktivitas warga terganggu.
Dalam kegiatan reses di Dusun Batunobota Bota, Jemi Yusuf menegaskan bahwa peningkatan jembatan tersebut sudah menjadi prioritas pemerintah daerah dan telah diusulkan untuk ditingkatkan menjadi jembatan permanen.
“Kita tidak sedang dalam keadaan bencana, tidak pula dalam keadaan perang. Tapi karena hujan sedikit saja, anak-anak kita tidak bisa bersekolah. Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Jemi Yusuf saat berdialog bersama warga.
Baca juga: Donggala Resmikan SPBUN dan Bagikan Kartu KUSUKA Elektronik untuk Nelayan
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya anggaran peningkatan Jembatan Limpas Batunobota sudah direncanakan pada tahun 2025, namun tertunda akibat rasionalisasi anggaran pemerintah pusat yang memprioritaskan program nasional lainnya seperti Makan Bergizi Gratis.
“Alhamdulillah, di dalam rapat pembahasan APBD Perubahan 2025, kami mendapatkan kepastian bahwa peningkatan kapasitas jembatan ini akan dianggarkan di tahun 2026. Insya Allah, Jembatan Limpas ini akan ditingkatkan menjadi jembatan permanen,” tambahnya.
Baca juga: Anwar Hafid Buka Workshop WVI, Fokus pada Bisnis Lokal dan Pangan Berkelanjutan
Sementara itu, Banjir yang terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025, kembali mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat air meluap menutupi jembatan, dan warga dengan cemas menunggu air surut agar anak-anak bisa menyeberang dengan aman.
Warga berharap agar proses realisasi peningkatan jembatan bisa segera terealisasi, mengingat lokasi tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi pelajar dan warga Desa Dadakitan.
“Banjir seperti kemarin jadi pengingat. Jembatan Batunobota butuh perhatian serius, karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan anak-anak kita,” tutup Jemi Yusuf. (*)
| Perjuangkan WPR 99,25 Hektar di Oyom, KPR Arung Ponggawa Sebut Perizinan Sudah Ada Sejak 2021 |
|
|---|
| Dua Tahun Insentif Kader Posyandu di Baolan Tolitoli Tak Cair, Anggota DPRD Desak Perhatian Pemda |
|
|---|
| Rapat Warga Desa Oyom dan ESDM Sulteng Bahas IPR, Berikut Hasil Kesepakatan Dua Pihak |
|
|---|
| Lakpesdam NU Tolitoli Soroti Putusan MK soal Kewenangan BPK Tetapkan Kerugian Negara |
|
|---|
| Warga Desa Oyom Bakal Datangi Dinas ESDM Sulteng, Tagih Janji Kabid Minerba Soal Realisasi PR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2025-10-30_at_14_29_23jpeg.jpg)