Selasa, 19 Mei 2026

Morowali Hari Ini

Pemkab Morowali Siapkan 60 Call Center untuk Percepat Penanganan Kasus Perempuan dan Anak

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala Dinas PMD-P3A Abdul Malik Hafid, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani.

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
KEKERASAN PEREMPUAN - Untuk tahun 2026, Abdul Malik Hafid mengungkapkan akanmenyebarkan 60 call center di berbagai wilayah Kabupaten Morowali. 
Ringkasan Berita:
  • Metode Kerja: Menggunakan sistem "Jemput Bola", yaitu tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mendeteksi kasus yang tersembunyi.
  • Penyebaran Call Center: Berencana menyebarkan 60 titik Call Center di berbagai wilayah Kabupaten Morowali untuk mempermudah akses pelaporan bagi masyarakat.

Laporan Wartawam Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Untuk tahun 2026, Abdul Malik Hafid mengungkapkan akanmenyebarkan 60 call center di berbagai wilayah Kabupaten Morowali.

Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah melapor.

Dalam rangka upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Morowali oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PMD-P3A). 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala Dinas PMD-P3A Abdul Malik Hafid, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani setiap kasus secara cepat dan tepat.

Saat diwawancarai Tribunpalu.com, di gedung serbaguna Ahmad Hadie, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Desa Towale Kembangkan Tenun Donggala Jadi Souvenir Kreatif

Abdul Malik Hafid tampak mengenakan seragam cokelat khas ASN, lengkap dengan peci hitam, papan nama, dan lencana jabatan.

Ia berdiri menghadap kamera dengan ekspresi serius, memberikan keterangan secara terbuka di lingkungan tersebut.

Di belakangnya terlihat pintu kaca kantor dengan sejumlah tulisan imbauan, seperti “No Smoking” dan “Pintu Rusak”, serta poster besar bergambar Bupati Morowali berseragam putih di sisi kiri latar. 

Dalam keterangannya, Abdul Malik Hafid menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk ke Dinas PMD-P3A langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk melihat kondisi korban secara langsung, sekaligus mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Menurutnya, pihaknya tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi juga aktif melakukan pendekatan jemput bola dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan desa, guna memastikan tidak ada kasus yang terabaikan.

Baca juga: Tenun Donggala Desa Towale Bersiap Tembus Pasar Global

Ia juga mengakui masih adanya korban yang enggan melapor karena rasa takut dan stigma sosial. 

Oleh karena itu, membangun kepercayaan masyarakat menjadi salah satu fokus utama PMD-P3A.

Melalui langkah tersebut, ia berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Morowali dapat terus menurun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved