Donggala Hari Ini
Bukan Sekadar Kain, Tenun Donggala Desa Towale Sarat Nilai Sejarah
Tradisi itu sempat hilang setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang, karena seluruh peralatan dimusnahkan.
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Fadhila Amalia
Bahkan, di Desa Towale masih berlaku tradisi unik di mana penenun tidak boleh menenun saat ada orang kedukaan atau kegiatan adat memandikan emas mengeong (bulava mpongeo).
"Artinya, jangan kamu lebih pentingkan kepentingan pribadimu dibanding kepentingan orang banyak," katanya.
Meski begitu, Desa Towale tetap dikenal sebagai pusat tenun di Donggala dan menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal.
Baca juga: Distribusi Bantuan Pangan 2025 Rampung, Sasar 42.306 Jiwa di Parigi Moutong
"Towale ini memang memiliki potensi wisata dan budaya yang besar. Ini tugas kita semua untuk menjaga dan melestarikannya," tegas Subhan. (*)
( TribunBreakingNews )
Kabupaten Donggala
Tenun Donggala
Desa Towale
Kecamatan Banawa Tengah
Sulawesi Tengah
Kaili
Muhammad Subhan
| Dari Tes Psikologi hingga EKG, Polres Donggala Periksa Kesehatan Anggota Secara Menyeluruh |
|
|---|
| Polres dan BNN Donggala Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Warga Desa Loli Oge |
|
|---|
| Semarak Hardiknas 2026, Bupati Donggala Lepas Parade Drum Band dan Gerak Jalan di Banawa |
|
|---|
| Warga Boneoge Donggala Keciprat 53 Unit Bantuan Bedah Rumah BSPS |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Donggala Terapkan Zonasi Sisir 16 Kecamatan, Kini 111 Peserta Berebut 32 Kuota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Bukan-Sekadar-Kain-Tenun-Donggala-Desa-Towale-Sarat-Nilai-Sejarah.jpg)