Kamis, 7 Mei 2026

Donggala Hari Ini

Bukan Sekadar Kain, Tenun Donggala Desa Towale Sarat Nilai Sejarah

Tradisi itu sempat hilang setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang, karena seluruh peralatan dimusnahkan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Fadhila Amalia
Misna/TribunPalu/Misna Jayanti
WARISAN BUDAYA - Sarung Tenun Donggala atau buya sabe Donggala khususnya dari Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan warisan budaya yang telah ada sejak era kerajaan Kaili. 

Bahkan, di Desa Towale masih berlaku tradisi unik di mana penenun tidak boleh menenun saat ada orang kedukaan atau kegiatan adat memandikan emas mengeong (bulava mpongeo).

"Artinya, jangan kamu lebih pentingkan kepentingan pribadimu dibanding kepentingan orang banyak," katanya. 

Meski begitu, Desa Towale tetap dikenal sebagai pusat tenun di Donggala dan menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal. 

Baca juga: Distribusi Bantuan Pangan 2025 Rampung, Sasar 42.306 Jiwa di Parigi Moutong

"Towale ini memang memiliki potensi wisata dan budaya yang besar. Ini tugas kita semua untuk menjaga dan melestarikannya," tegas Subhan. (*)

( TribunBreakingNews )

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved