Donggala Hari Ini
Bukan Sekadar Kain, Tenun Donggala Desa Towale Sarat Nilai Sejarah
Tradisi itu sempat hilang setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang, karena seluruh peralatan dimusnahkan.
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Sarung Tenun Donggala atau buya sabe Donggala khususnya dari Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan warisan budaya yang telah ada sejak era kerajaan Kaili.
Kepala Desa Towale, Muhammad Subhan menjelaskan, tenun tersebut diperkenalkan sejak masa Raja Kaili pertama oleh keturunan kerajaan bernama Yamamore.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Desa Towale Donggala Raih Rekor MURI Dunia Pengrajin Tenun Terbanyak
Hingga kini, tradisi menenun masih terus dijaga oleh masyarakat setempat.
“Tenun ini sudah ada sejak era kerajaan. Pionirnya adalah orang Towale sendiri, sehingga sampai sekarang kami pertahankan,” ujarnya Selasa (16/12/2025)
Ia mengenang cerita para tetua, dahulu masyarakat membuat benang dari kapas yang tumbuh di pegunungan sekitar desa.
"Kalau orang dulu tenun dibuat dari kapas. Kapas itu diletakkan di lampu pelita, di tarik-tarik sampai panjang, hingga menjadi benang sutra," ungkap Subhan.
Baca juga: Bupati Donggala Luncurkan Mangga Unggulan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Namun, tradisi itu sempat hilang setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang, karena seluruh peralatan dimusnahkan.
Mengenai motif, Subhan menjelaskan bahwa Sarung Tenun Donggala dulunya tidak fokus pada motif, melainkan pada warna yang menunjukkan strata sosial, menurut cerita orang tua jaman dulu.
Tenun warna putih dan biru, digunakan oleh turunan Raja Kaili pertama hingga kedua.
Warna kuning, digunakan saat peralihan kekuasaan ke Raja Kaili ketiga.
Sedangkan warna merah, digunakan oleh Panglima.
Warna hitam, digunakan oleh masyarakat biasa.
Baca juga: Jembatan Dusun 3–4 Desa Towale Diusulkan Dibangun Kembali, Lebar akan Ditambah
"Kalau dulu sesuai dengan strata sosial. Susah kita menceritakan tentang sebuah motif, karena kita tidak fokus ke motifnya, tapi ke warna," ungkapnya.
Namun seiring berkembangnya jaman, warna tenun strata sosial itu tidak lagi berlaku.
Kabupaten Donggala
Tenun Donggala
Desa Towale
Kecamatan Banawa Tengah
Sulawesi Tengah
Kaili
Muhammad Subhan
| Dari Tes Psikologi hingga EKG, Polres Donggala Periksa Kesehatan Anggota Secara Menyeluruh |
|
|---|
| Polres dan BNN Donggala Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Warga Desa Loli Oge |
|
|---|
| Semarak Hardiknas 2026, Bupati Donggala Lepas Parade Drum Band dan Gerak Jalan di Banawa |
|
|---|
| Warga Boneoge Donggala Keciprat 53 Unit Bantuan Bedah Rumah BSPS |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Donggala Terapkan Zonasi Sisir 16 Kecamatan, Kini 111 Peserta Berebut 32 Kuota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Bukan-Sekadar-Kain-Tenun-Donggala-Desa-Towale-Sarat-Nilai-Sejarah.jpg)