Jumat, 17 April 2026

Cuaca Ekstrem Sulteng

BPBD Donggala Prioritaskan Evakuasi dan Bantuan Logistik Warga Terisolir Akibat Longsor

BPBD Donggala bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak.

Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Misna Jayanti
Kepala BPBD Donggala, Abdul Muin. 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA – Akibat longsor yang menimpa Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, dan Desa Labuan Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sekitar 400 warga terisolir sejak Minggu (11/1/2026).

BPBD Donggala bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak.

Kepala BPBD Donggala, Abdul Muin, menjelaskan bahwa Dusun Sisere dan Lumbubaka menjadi prioritas karena akses transportasi terputus dan aktivitas warga lumpuh total.

Baca juga: 400 Warga Donggala Terisolir Akibat Putusnya Jembatan dan Jalan Akibat Banjir-Longsor

“Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi warga yang membutuhkan penanganan khusus serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di Dusun Sisere,” ujar Abdul Muin, Senin (12/1/2026).

BPBD Donggala bersama TNI, Polri, dan relawan berhasil mengevakuasi satu ibu hamil, sementara satu ibu hamil lainnya masih dalam proses penjangkauan.

Terputusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor membuat Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, terisolir sejak Minggu (11/2/2026).
Terputusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor membuat Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, terisolir sejak Minggu (11/2/2026). (Misna/TribunPalu)

Selain itu, bantuan bahan pokok disalurkan secara bertahap sesuai kondisi medan dan cuaca.

Untuk membuka akses sementara, pemerintah daerah akan mengerahkan alat berat untuk pembangunan jembatan darurat, sehingga evakuasi dan distribusi logistik dapat berjalan lancar.

Baca juga: Surat FSPMI Jadi Awal Polemik PHK Cleaning Service RSUD Anuntaloko Parigi

Meski komunikasi di lokasi masih terganggu, koordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat tetap dilakukan agar pendataan warga terisolir dan kebutuhan mendesak dapat terpenuhi.

BPBD Donggala menegaskan bahwa penanganan kelompok rentan akan terus dilakukan hingga akses kembali terbuka dan kondisi normal.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved