Banggai Hari Ini
Cara Warga Bungin Banggai Melindungi Kontraan, Mata Air dari Celah Batu
Di Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan terdapat mata air seperti Kontraan karena bentangan karst.
Penulis: Alisan | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Kontraan tetap mengalir meski kemarau : Mata air seluas separuh lapangan sepak bola di Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, tidak pernah surut dan tetap bersih.
- Pelestarian dilakukan secara gotong royong : Warga membangun bilik toilet swadaya, menghindari pembuangan sampah sembarangan, dan menjaga agar air tidak tercemar.
- Potensi air karst sangat besar : Penelitian Brida dan Universitas Gadjah Mada (2024) menunjukkan potensi air di daerah karst Luwuk mencapai 1.470 liter per detik.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kontraan salah satu mata air di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dari celah batu karst.
Letaknya di tengah permukiman warga Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk.
Luasnya sekitar separuh dari lapangan sepak bola.
Bertahun-tahun Kontraan tak pernah surut meski kemarau tetap bersih.
Baca juga: Masih Banyak Warga BTN Sigi Belum Punya KTP, DPRD Minta Dukcapil Tindak Cepat
“Dari saya kecil, air ini sudah ada,” kata Ketua RT 7 Kelurahan Bungin, Zulkifli (56) memulai pembicaraan, Rabu (28/1/2026).
Kontraan di kelilingi sekitar 20 rumah.
Dihimpit jalan Trans Sulawesi dan garis pantai.
Warga setempat memiliki kesepakatan menjaga Kontraan agar tak tercemar.
“Kita bersepakat untuk tak buang hajat di sini,” tuturnya,
Solusinya, mereka membangun dua bilik toilet untuk digunakan bersama.
Proses pembangunannya secara swadaya dan dipastikan tak mencemari Kontraan.
“Kalau bikin septic tank sembarang bisa saja, tapi kita takutkan jangan nanti terkontaminasi ke sini,” terang Zulkifli.
Warga juga sepakat untuk tak membuang sampah ke Kontraan.
Hasilnya, Kontraan tetap bisa digunakan untuk mandi, mencuci, hingga memelihara ikan air tawar.
“Ada waktu-waktu tertentu kita bersihkan,” ujarnya.
Baca juga: DLH Palu Tangani 88 Persen Sampah, 12 Persen Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Menariknya, meski nyaris berbatasan langsung dengan laut, Kontraan tak payau.
“Dulu sebelum pakai PDAM, saya tanam pipa enam meter untuk di rumah,” terangnya.
Kawasan Kontrran sering disebut warga lokal Kompleks Kilo 1.
Berada di pusat ibukota Kabupaten Banggai, membuat mata air ini dikenal luas.
Zulkifli berharap Kontraan terus menghidupi sampai kapanpun.
“Kalau hilang, kami sedih juga karena dari kelas 2 SD di sini sudah ada Kontraan,” tuturnya menatap air berwarna tosca ini.
Luwuk yang kemarau, beranda rumah Zukifli terasa sejuk. Ikan air tawar berenang bebas di Kontraan.
Di Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan terdapat mata air seperti Kontraan karena bentangan karst.
Mulai dari Kelurahan Mangkio Baru, Karaton, hingga mata air Mambual di Maahas.
Karst adalah daerah yang terdiri atas batuan kapur berpori. Bentang alamnya terbentuk akibat pelarutan air di batu gamping atau dolomite.
Baca juga: Hampir 7.000 Petugas Kebersihan Tersebar di 46 Kelurahan Kota Palu
Penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Banggai serta Universitas Gajah Mada tahun 2024 menyebutkan, potensi air di daerah ini mencapai 1.470 liter per detik.
Di Kawasan Bukit Halimun, Luwuk Selatan menyimpan potensi air tanah tiga miliar kubik per tahun. (*)
Kabupaten Banggai
Sulawesi Tengah
Luwuk
Kelurahan Bungin
Zulkifli
PDAM
Kelurahan Mangkio Baru
Bukit Halimun
| Banjir Terjang Dua Dusun di Desa Uwedaka Banggai, 77 Jiwa Terdampak |
|
|---|
| Diresmikan 2024, Pagar Pembatas Gedung Wisata Kilo 5 Berkarat dan Rusak |
|
|---|
| Pesan Ekologi dari Utsawa Dharma Gita 2026 di Banggai |
|
|---|
| 302 Peserta dari 8 Kecamatan di Banggai Ikuti Utsawa Dharma Gita |
|
|---|
| Rotasi Jabatan, Kabag Ops Polres Banggai sampai 4 Kapolsek Berganti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Cara-Warga-Bungin-Banggai-Melindungi-Kontraan-Mata-Air-dari-Celah-Batu.jpg)