Minggu, 17 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Cara Warga Bungin Banggai Melindungi Kontraan, Mata Air dari Celah Batu

Di Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan terdapat mata air seperti Kontraan karena bentangan karst.

Tayang:
Penulis: Alisan | Editor: Fadhila Amalia
Alisan/TribunPalu/Alisan
Mata air Kontraan di RT 7, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (29/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kontraan tetap mengalir meski kemarau : Mata air seluas separuh lapangan sepak bola di Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, tidak pernah surut dan tetap bersih.
  • Pelestarian dilakukan secara gotong royong : Warga membangun bilik toilet swadaya, menghindari pembuangan sampah sembarangan, dan menjaga agar air tidak tercemar.
  • Potensi air karst sangat besar : Penelitian Brida dan Universitas Gadjah Mada (2024) menunjukkan potensi air di daerah karst Luwuk mencapai 1.470 liter per detik.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kontraan salah satu mata air di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dari celah batu karst.

Letaknya di tengah permukiman warga Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk.  

Luasnya sekitar separuh dari lapangan sepak bola.

Bertahun-tahun Kontraan tak pernah surut meski kemarau tetap bersih.

Baca juga: Masih Banyak Warga BTN Sigi Belum Punya KTP, DPRD Minta Dukcapil Tindak Cepat

“Dari saya kecil, air ini sudah ada,” kata Ketua RT 7 Kelurahan Bungin, Zulkifli (56) memulai pembicaraan, Rabu (28/1/2026).

Kontraan di kelilingi sekitar 20 rumah.

Dihimpit jalan Trans Sulawesi dan garis pantai.

Warga setempat memiliki kesepakatan menjaga Kontraan agar tak tercemar.

“Kita bersepakat untuk tak buang hajat di sini,” tuturnya,

Solusinya, mereka membangun dua bilik toilet untuk digunakan bersama.

Proses pembangunannya secara swadaya dan dipastikan tak mencemari Kontraan.

Kelurahan Mangkio Baru
Mata air Kontraan di RT 7, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (29/1/2025). (Alisan/TribunPalu)

“Kalau bikin septic tank sembarang bisa saja, tapi kita takutkan jangan nanti terkontaminasi ke sini,” terang Zulkifli.

Warga juga sepakat untuk tak membuang sampah ke Kontraan.

Hasilnya, Kontraan tetap bisa digunakan untuk mandi, mencuci, hingga memelihara ikan air tawar.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved