Senin, 18 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Cara Warga Bungin Banggai Melindungi Kontraan, Mata Air dari Celah Batu

Di Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan terdapat mata air seperti Kontraan karena bentangan karst.

Tayang:
Penulis: Alisan | Editor: Fadhila Amalia
Alisan/TribunPalu/Alisan
Mata air Kontraan di RT 7, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (29/1/2025). 

“Ada waktu-waktu tertentu kita bersihkan,” ujarnya.

Baca juga: DLH Palu Tangani 88 Persen Sampah, 12 Persen Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Menariknya, meski nyaris berbatasan langsung dengan laut, Kontraan tak payau.

“Dulu sebelum pakai PDAM, saya tanam pipa enam meter untuk di rumah,” terangnya.

Kawasan Kontrran sering disebut warga lokal Kompleks Kilo 1.

Berada di pusat ibukota Kabupaten Banggai, membuat mata air ini dikenal luas.

Zulkifli berharap Kontraan terus menghidupi sampai kapanpun.

“Kalau hilang, kami sedih juga karena dari kelas 2 SD di sini sudah ada Kontraan,” tuturnya menatap air berwarna tosca ini.

Luwuk yang kemarau, beranda rumah Zukifli terasa sejuk. Ikan air tawar berenang bebas di Kontraan.

Di Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan terdapat mata air seperti Kontraan karena bentangan karst.

Mulai dari Kelurahan Mangkio Baru, Karaton, hingga mata air Mambual di Maahas.

Karst adalah daerah yang terdiri atas batuan kapur berpori. Bentang alamnya terbentuk akibat pelarutan air di batu gamping atau dolomite.

Baca juga: Hampir 7.000 Petugas Kebersihan Tersebar di 46 Kelurahan Kota Palu

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Banggai serta Universitas Gajah Mada tahun 2024 menyebutkan, potensi air di daerah ini mencapai 1.470 liter per detik.

Di Kawasan Bukit Halimun, Luwuk Selatan menyimpan potensi air tanah tiga miliar kubik per tahun. (*) 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved