Jumat, 8 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Workshop di Untad, Wagub Reny Soroti Pentingnya Penguasaan Mikroskop hingga Kualitas Labkes

Menurutnya, kesalahan dalam penggunaan serta perawatan mikroskop dapat berdampak langsung terhadap hasil pemeriksaan laboratorium.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN/Handover
SEMINAR - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido membuka workshop di Universitas Tadulako yang membahas optimalisasi teknik mikroskop dan manajemen perawatan laboratorium kesehatan, Sabtu (31/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido membuka workshop di Universitas Tadulako yang membahas optimalisasi teknik mikroskop dan manajemen perawatan laboratorium kesehatan
  • Wagub menekankan penguasaan mikroskop menjadi keterampilan dasar penting untuk mendukung ketepatan diagnosis pasien
  • Jumlah dokter spesialis patologi klinik di Sulawesi Tengah masih terbatas, sekitar 16 orang, sehingga masih ada rumah sakit yang belum memiliki tenaga spesialis tetap

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menyoroti pentingnya penguasaan teknik mikroskop secara detail hingga peningkatan kualitas laboratorium kesehatan (labkes) dalam mendukung ketepatan diagnosis pasien.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Workshop Komprehensif Optimalisasi Teknik Mikroskop dan Manajemen Perawatan Ruti digelar di Aula Kedokteran Universitas Tadulako (Untad), Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (31/1/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Reny menyebut kemampuan membaca preparat menggunakan mikroskop merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai calon dokter maupun dokter spesialis patologi klinik.

Baca juga: Buka Seminar MKHI 2026, Wagub Sulteng Soroti Pentingnya Perlindungan Hukum Kesehatan

Menurutnya, kesalahan dalam penggunaan serta perawatan mikroskop dapat berdampak langsung terhadap hasil pemeriksaan laboratorium.

“Diagnosis tidak bisa ditegakkan tanpa pemeriksaan laboratorium yang baik. Karena itu, penguasaan mikroskop, mulai dari pembesaran 10, 40 hingga 100, termasuk penggunaan imersi dan perawatan lensa, harus benar-benar diperhatikan,” ujar Wagub Reny.

Wagub Reny juga mengungkapkan jumlah dokter spesialis patologi klinik di Sulawesi Tengah saat ini masih terbatas, yakni sekitar 16 orang yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota.

Kondisi tersebut menyebabkan masih ada rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis patologi klinik secara tetap.

Buka Seminar MKHI 2026, Wagub Sulteng Soroti Pentingnya Perlindungan Hukum Kesehatan
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido membuka workshop di Universitas Tadulako yang membahas optimalisasi teknik mikroskop dan manajemen perawatan laboratorium kesehatan, Sabtu (31/1/2026). (BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN/Handover)

Ia berharap ke depan jumlah dokter spesialis patologi klinik terus bertambah agar layanan laboratorium semakin merata.

Baca juga: Rapat Bersama Staf Khusus Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN Sulteng Perkuat Reforma Agraria

Selain itu, Wagub Reny mendorong para dokter umum dan tenaga analis kesehatan untuk melanjutkan pendidikan spesialis guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang laboratorium.

Ia menegaskan, mutu laboratorium sangat menentukan kepercayaan tenaga klinis terhadap hasil pemeriksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Reny turut mengingatkan pentingnya tahapan pra analitik, analitik, dan pasca analitik dalam pemeriksaan sampel laboratorium.

Baca juga: Kronologi Lengkap Tenggelamnya KM Sumber Raya di Pelabuhan Rakyat Luwuk

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta kualitas layanan laboratorium kesehatan di Sulawesi Tengah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved