Selasa, 2 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

CHD Awareness Week 2026, Perki Sulteng Lakukan Skrining Jantung Bawaan Sejak Usia Dini

Kegiatan tersebut bertujuan mendeteksi potensi kelainan jantung sejak dini agar dapat ditangani lebih cepat dan mencegah kondisi berat.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
Dalam rangka memperingati Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week 2026, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah menggelar skrining atau pemeriksaan dini penyakit jantung bawaan bagi anak-anak sejak usia sekolah dasar, Jumat (6/2/2026). 

Karena itu, Perki Sulteng melakukan pendekatan jemput bola dengan turun langsung ke sekolah-sekolah.

Khusus di Sulawesi Tengah, jumlah kasus kelainan jantung tergolong cukup tinggi.

Baca juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Malut United Malam Ini: Tuan Rumah Bisa Makin Kokoh di Puncak?

"Hampir setiap bulan ditemukan dua sampai tiga kasus baru. Dalam satu tahun terakhir, data yang saya miliki sudah hampir 200-an kasus, termasuk penyakit jantung bawaan berat, kelainan katup jantung akibat infeksi, serta penyakit jantung reumatik,” ungkapnya.

Namun, dari ratusan kasus tersebut, baru sekitar lima persen yang mendapatkan penanganan lanjutan berupa operasi atau tindakan penutupan transkateter.

Ke depan, Perki Sulteng berencana menggelar kegiatan proktorship dengan menghadirkan tim dokter dari Jakarta untuk melakukan tindakan intervensi non-bedah di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap anak-anak tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Insya Allah kegiatan ini akan kami adakan setiap tahun,” katanya.

Dalam kegiatan ini, Perki Sulteng melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Kota Palu, di antaranya RSUD Anutapura Palu, RSUD Madani, RS Sis Al Jufri Palu, serta RSUD Undata.

Mahasiswa Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu juga turut membantu pemeriksaan awal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, turut hadir meninjau langsung jalannya skrining.

Ia memberikan apresiasi atas inisiatif para tenaga medis yang melaksanakan pemeriksaan dini bagi anak-anak.

“Kegiatan ini sangat penting untuk mendeteksi sejak awal apakah anak-anak memiliki kelainan jantung bawaan atau tidak. Ini merupakan langkah besar dalam upaya pencegahan,” ujar Reny.

Baca juga: Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Persis Solo Sore Ini: Siapa Bisa Menangi Derbi Mataram?

Ia menambahkan, skrining jantung tidak sulit dilakukan selama ada persetujuan dari orang tua.

“Selama orang tua mengizinkan, pemeriksaan bisa terus dilakukan. Ini sangat penting untuk kesehatan anak-anak kita,” katanya.

Reny juga menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya ingin anak-anak berani untuk sehat, berani menjalani pemeriksaan, dan tidak perlu takut. Jika penyakit ditemukan sejak awal, penanganannya akan jauh lebih baik,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved