Sulteng Hari Ini
Suara Pengeras Masjid Raya Baitul Khairaat Menggema di Dalam, Ini Penjelasan Cikasada Sulteng
Sejak malam pertama Ramadan, jumlah jamaah yang membludak membuat. Namun kualitas suara pengeras masjid menjadi sorotan.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Masyarakat mengeluhkan sound system yang menggema di Masjid Raya Baitul Khairaat, terutama pada malam pertama Ramadan, membuat bacaan imam kurang jelas.
- Kepala Dinas Cikasda, Andi Ruly Djanggola, menyebutkan ada perbedaan persepsi terkait kualitas suara—beberapa orang menilai baik, sementara yang lain menganggapnya menggema.
- Desain masjid dengan kubah atau dome menimbulkan efek gema, yang lebih terasa ketika jamaah belum memenuhi ruangan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Keluhan masyarakat terkait sound system yang menggema di Masjid Raya Baitul Khairaat mendapat tanggapan dari Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasada) Provinsi Sulawesi Tengah.
Pasalnya, Masjid ikonik Kota Palu tersebut dipadati jamaah sejak difungsikan.
Terutama saat memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah saat ini.
Sejak malam pertama Ramadan, jumlah jamaah yang membludak membuat. Namun kualitas suara pengeras masjid menjadi sorotan.
Sebagian jamaah mengeluhkan suara bacaan imam yang terdengar menggema. Sehingga dinilai kurang jelas.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, mengatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi di tengah masyarakat terkait kualitas sound system masjid.
“Terkait sound masjid ada perbedaan persepsi, ada yang bilang baik dan bagus, ada juga yang bilang tidak baik karena menggema,” ujar Andi Ruly Djanggola saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Alia Idrus dari Fraksi PDIP Kunjungi Keluarga Gendu Bentio di Lawua, Soroti Rumah Tak Layak Huni
Ia menjelaskan, desain masjid dengan kubah atau dome memang memiliki karakteristik akustik yang dapat menimbulkan efek gema.
Terutama saat jumlah jamaah belum sepenuhnya memenuhi ruangan.
Namun menurutnya, kondisi tersebut akan berkurang ketika masjid terisi penuh oleh jamaah.
“Masjid desain kubah dome memang efeknya akan bergema, namun jika jamaah penuh maka efek gema akan hilang. Saat malam pertama Ramadan, masjid penuh dan tidak ada efek gema, bacaan imam terdengar dengan baik,” jelasnya.
Meski demikian, Andi Ruly mengakui bahwa tingkat kejernihan suara juga bergantung pada selera masing-masing jamaah.
“Kalau mau 100 persen sempurna, saya pikir itu selera,” tambahnya.
| FSPIM Tuntut Penjelasan PHK Efisiensi, Soroti Perusahaan yang Buka Lowongan Baru |
|
|---|
| Aliansi Burasa Gelar Demo Jilid II di DPRD dan Kantor Gubernur Sulteng, Soroti Nasib Buruh |
|
|---|
| Komitmen Labkesmas Sulteng Hadirkan Layanan Laboratorium Akurat dan Terpercaya |
|
|---|
| Ditresnarkoba Koordinasi dengan Lapas Petobo untuk Klarifikasi Kasus Narkoba di Palu |
|
|---|
| Diduga Terima Perintah dari Wabin Lapas Petobo, Warga Palu Ditangkap Saat Hendak Kirim Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/TU90EWU90DU-90-US90U90U90RU90EW4243.jpg)