Kamis, 4 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

BI Sulteng Ingatkan Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu, Terutama Malam Hari

Temuan uang rupiah tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Tayang:
Editor: Regina Goldie
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat transaksi, terutama pada malam hari di toko kecil.
  • Temuan uang tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 menurun dibandingkan 2024.
  • Penurunan mencapai 34 persen (YoY) pada 2025, dibandingkan 69 % pada 2024.

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melakukan transaksi pada malam hari.

Ia menjelaskan, kasus peredaran uang tidak asli kerap terjadi di ruko atau toko kecil ketika transaksi berlangsung cepat.

Dalam situasi tersebut, penjual biasanya hanya memiliki waktu beberapa detik untuk memastikan keaslian uang.

Temuan uang rupiah tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah menegaskan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengungkapkan secara year on year (YoY), pertumbuhan temuan uang tidak asli pada 2025 berada di angka sekitar 34 persen.

Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Dukung Transformasi Digital melalui Penguatan Pengelolaan Arsip

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 69 persen.

“Artinya, terjadi penurunan pertumbuhan temuan uang tidak asli dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irfan saat ditemui usai Pemusnahan rupiah tidam asli yang berlangsung di Aula Kasiromu BI Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.Kamis (5/3/2026).

Secara nasional, rasio temuan uang tidak asli per satu juta lembar uang beredar juga menunjukkan tren membaik. 

Pada 2024 tercatat 4 PPM (pieces per million) atau 4 lembar per satu juta lembar uang beredar, turun dari periode sebelumnya yang mencapai 5 PPM. 

BI juga mencatat, berdasarkan permintaan klarifikasi perbankan dari masyarakat Sulawesi Tengah selama periode 2014 hingga 2025, terdapat 1.755 lembar rupiah tidak asli. 

Sebanyak 78 persen di antaranya berasal dari klarifikasi melalui perbankan.

Sementara itu, berdasarkan hasil temuan Polda Sulteng, terdapat 3.274 lembar rupiah tidak asli. 

Jumlah tersebut dinilai masih berpotensi bertambah sehingga tetap menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran uang.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved