Sulteng Hari Ini
BI Sulteng Ingatkan Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu, Terutama Malam Hari
Temuan uang rupiah tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Ringkasan Berita:
- Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat transaksi, terutama pada malam hari di toko kecil.
- Temuan uang tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 menurun dibandingkan 2024.
- Penurunan mencapai 34 persen (YoY) pada 2025, dibandingkan 69 % pada 2024.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melakukan transaksi pada malam hari.
Ia menjelaskan, kasus peredaran uang tidak asli kerap terjadi di ruko atau toko kecil ketika transaksi berlangsung cepat.
Dalam situasi tersebut, penjual biasanya hanya memiliki waktu beberapa detik untuk memastikan keaslian uang.
Temuan uang rupiah tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah menegaskan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengungkapkan secara year on year (YoY), pertumbuhan temuan uang tidak asli pada 2025 berada di angka sekitar 34 persen.
Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Dukung Transformasi Digital melalui Penguatan Pengelolaan Arsip
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 69 persen.
“Artinya, terjadi penurunan pertumbuhan temuan uang tidak asli dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irfan saat ditemui usai Pemusnahan rupiah tidam asli yang berlangsung di Aula Kasiromu BI Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.Kamis (5/3/2026).
Secara nasional, rasio temuan uang tidak asli per satu juta lembar uang beredar juga menunjukkan tren membaik.
Pada 2024 tercatat 4 PPM (pieces per million) atau 4 lembar per satu juta lembar uang beredar, turun dari periode sebelumnya yang mencapai 5 PPM.
BI juga mencatat, berdasarkan permintaan klarifikasi perbankan dari masyarakat Sulawesi Tengah selama periode 2014 hingga 2025, terdapat 1.755 lembar rupiah tidak asli.
Sebanyak 78 persen di antaranya berasal dari klarifikasi melalui perbankan.
Sementara itu, berdasarkan hasil temuan Polda Sulteng, terdapat 3.274 lembar rupiah tidak asli.
Jumlah tersebut dinilai masih berpotensi bertambah sehingga tetap menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran uang.
| DKIPS Sulteng Turun Tangan Selidiki Dugaan Judi Online di Dishub |
|
|---|
| Cerita Kasipenkum Kejati Sulteng Dilabrak Korban Penipuan Online akibat Pencatutan Nama |
|
|---|
| PERADI Palu Kubu Muslim Mamulai Klaim Punya Dasar Hukum Kuat, Ito Lawputra Disomasi |
|
|---|
| HUT Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Gubernur Sulteng: Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat |
|
|---|
| Respon Temuan BPK, Bapenda Sulteng Gandeng BPH Migas hingga Bidik Dump Truk Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/BI-Sulteng-Catat-1755-Temuan-Rupiah-Tidak-Asli-sejak-Tahun-2014.jpg)