Polemik Muswil PPP Sulteng
Batal di Hotel, Bendum DPP Paksakan Muswil PPP Sulteng di Warung
Agenda itu batal dilaksanakan lantaran mayoritas DPC dan DPW PPP menolak agenda Muswil.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah semakin dinamis.
Hal tersebut dipicu pelaksanaan Musyawarah Wilayah PPP Sulteng yang diprotes mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah.
Muswil PPP Sulteng itu semula akan langsungkan 6 Maret 2026 di Golden Hotel Palu.
Namun, agenda itu batal dilaksanakan lantaran mayoritas DPC dan DPW PPP se-Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Fairus Husein Maskati menolak agenda Muswil.
Protes itupun memicu keributan di internal kader partai kakbah hingga menyepakati penundaan Muswil hingga April 2026 setelah hari raya Idul Fitri.
Baca juga: Tolak Perpecahan, Seluruh DPC PPP se-Sulteng Sepakat Tunda Muswil
Kesepakatan tersebut ditandatangani secara bersama Fairus Husein Maskati Ketua DPW, Iman Sudirman Sekretaris DPW dan Syarif Latadano selaku Wakil Ketua DPW PPP Sulawesi Tengah beserta 11 DPC se-Sulawesi Tengah.
11 DPD itu dari Tolitoli, Poso, Sigi, Donggala, Parigi, Kota Palu, Buol, Banggai, bangkep, Poso dan Tojo Una-una.
Meski ada kesepakatan, Bendahara DPP PPP Imam Fauzan Amir Uskara tetap melaksanakan Muswil di Kabupaten Sigi.
Muswil yang berlangsung di sebuah warung itu itu hanya melibatkan 5 DPC.
Sekretaris DPW PPP Sulteng Imam Sudirman menyayangkan sikap arogansi DPP yang memaksakan Muswil.
“Kami sangat menyayangkan sikap arogansi dari oknum DPP tersebut, padahal kami bersama seluru DPC PPP se-Sulawesi Tengah sudah bersepakat untuk menunda Muswil setelah Idul Fitri, agar Muswil bisa dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang," kata Iman Sudirman via Whatsapp, Sabtu (7/3/2026).
“Kami juga menyesalkan kenapa masih ada pihak ingin mempermalukan partai dengan memaksakan Muswil di warung pecel lele? Itu bisa menjatuhkan marwah partai," ucap Iman Sudirman menambahkan.
Baca juga: Imam Fauzan Jadi Sekjen PPP, Termuda Sepanjang Sejarah Partai Kakbah
Ketua DPC PPP Tojo Una-una Fahmi Al Amri juga menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukkan Bendahara Umum PPP tersebut.
“Kami sangat menyesalkan sikap arogansi sebagian kelompok yang tetap memaksakan kehendak, padahal kami DPC se Sulawesi Tengah sudah sepakat untuk tunda Muswil. Tolong jangan permalukan Partai ini dengan Muswil yang asal-asalan. Apalagi ditempatkan di Warung," ujar Fahmi Al Amri selaku Ketua DPC Touna.
Ketua DPC PPP Donggala juga memastikan Muswil yang dilaksanakan di warung itu tidak sah karena hanya diikuti lima dari 13 DPC.
“Muswil makin tidak sah karena tidak quorum." tuturnya.
Ketua PPP Sulteng Fairus Husen Maskati tak banyak bicara soal pelaksanaan Muswil itu.
"Muktamar Ngamar, eeeh Muswilnya disuruh ngewarung sambil tertawa lebar," tutur Fairus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Imam-Fauzan-di-Muswil-PPP-Sulteng-2026.jpg)