Senin, 13 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Berlangsung Ramai, Upacara Melasti Di Pantai Siendeng Parigi Moutong Diwarnai Tarian Sakral

Upacara ini merupakan rangkaian persiapan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

|
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz
RITUAL MELASTI - Tarian sakral mewarnai pelaksanaan ritual Melasti di Pantai Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (17/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ritual Melasti di Pantai Siendeng, Parigi Moutong, diiringi tarian sakral yang menjadi bagian dari persembahan suci menjelang Hari Raya Nyepi 1948 Saka.
  • Tarian yang dibawakan perempuan dengan busana putih dan kuning melambangkan kesucian, penghormatan, serta menjadi media bhakti kepada Sang Pencipta.
  • Kehadiran tarian sakral memperkaya prosesi Melasti, menunjukkan harmoni antara seni dan spiritualitas dalam tradisi umat Hindu.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Tarian sakral mewarnai pelaksanaan ritual Melasti di Pantai Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (17/3/2026).

Upacara ini merupakan rangkaian persiapan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

Nyepi tahun ini menandai masuknya Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu, yang dirayakan dengan suasana hening dan penuh makna spiritual.

Baca juga: Prediksi Skor Manchester City vs Real Madrid: Man City Bisa Tumbangkan Raja Eropa?

Di tengah suasana khidmat, sekelompok perempuan tampil menari dengan gerakan lembut dan beriringan.

Mereka mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning, lengkap dengan selendang yang digerakkan selaras mengikuti irama.

Gerakan para penari tampak sarat makna.

Langkah perlahan, ayunan tangan, hingga formasi berbaris mencerminkan penghormatan dan ketulusan dalam mempersembahkan bhakti kepada Sang Pencipta.

Tarian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari rangkaian upacara suci.

Dalam tradisi Hindu, tarian sakral menjadi media persembahan yang menyatu dengan ritual keagamaan.

Di sekitar lokasi, ratusan Umat Hindu duduk bersila mengikuti jalannya prosesi.

Mereka menyaksikan tarian dengan penuh khusyuk, tanpa riuh, menjaga suasana tetap sakral.

Warna putih dikenakan penari melambangkan kesucian, sementara kain kuning identik dengan kemuliaan dan penghormatan.

Baca juga: Zodiak Cinta Rabu 18 Maret 2026: Leo Bertemu Mantan, Aquarius Awas ada Orang Ketiga

Perpaduan warna ini memperkuat nuansa spiritual dalam setiap gerakan.

Tak hanya itu, selendang yang digunakan penari menjadi simbol keindahan dan keseimbangan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved