Kamis, 11 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

Lonjakan Campak di Sulteng, Dinkes Imbau Imunisasi untuk Anak

Pemerintah provinsi menyatakan kondisi tersebut masih terkendali dan belum memenuhi kriteria penetapan KLB di tingkat provinsi.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
KASUS CAMPAK - Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, menyusul lonjakan kasus campak terjadi di sejumlah wilayah. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah menekankan pentingnya imunisasi anak sesuai jadwal, terutama untuk anak usia di bawah lima tahun, sebagai langkah utama menekan penyebaran campak.
  • Lonjakan kasus campak di Kota Palu (428 kasus hingga pekan ke-11 Maret 2026) mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 9–59 bulan.
  • Lonjakan kasus dipengaruhi mobilitas penduduk antarwilayah dan cakupan imunisasi yang belum merata, sehingga herd immunity belum optimal.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, menyusul lonjakan kasus campak terjadi di sejumlah wilayah.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan imunisasi menjadi langkah utama dalam menekan penyebaran campak, khususnya pada kelompok usia rentan.

“Untuk penanggulangan kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, khususnya di program imunisasi, dan kabupaten terkait dengan tata laksana penanggulangan KLB,” ujar Ahsan, Kamis (2/4/2026) saat ditemui di ruang kerjanya. 

Baca juga: Parigi Moutong Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Sejak Siang hingga Malam

Ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan peningkatan kasus, termasuk di Kota Palu.

“Untuk Kota Palu sendiri baru ditetapkan minggu kemarin, karena ada peningkatan kasus, disarankan untuk melakukan ORI dari usia 9–59 bulan,” jelasnya.

Menurutnya, anak usia di bawah lima tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap penyakit campak, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memastikan imunisasi terpenuhi.

Di sisi lain, kasus campak di Sulawesi Tengah memang mengalami peningkatan pada awal 2026. 

Data Dinkes Sulteng hingga pekan ke-11 Maret 2026 mencatat Kota Palu sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 428 kasus.

Selain Kota Palu, sejumlah daerah juga telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), di antaranya Kabupaten Donggala, Sigi, Tolitoli, Poso, dan Morowali Utara. Penetapan tersebut dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus dalam waktu relatif singkat.

Kasus Campak Meningkat di Sulteng, Dinkes Catat Kota Palu Tertinggi dengan 428 Kasus
KASUS CAMPAK - Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan. (TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli)

Baca juga: Kasus Campak Meningkat di Sulteng, Dinkes Catat Kota Palu Tertinggi dengan 428 Kasus

Meski begitu, pemerintah provinsi menyatakan kondisi tersebut masih terkendali dan belum memenuhi kriteria penetapan KLB di tingkat provinsi.

Ahsan menambahkan, lonjakan kasus campak ini juga dipengaruhi tingginya mobilitas penduduk antar daerah yang mempercepat penyebaran virus.

Selain itu, cakupan imunisasi yang belum merata menyebabkan kekebalan kelompok (herd immunity) belum terbentuk secara optimal. 

Dalam lima tahun terakhir, capaian imunisasi di Sulawesi Tengah belum mencapai target 95 persen secara menyeluruh.

“Ada beberapa kabupaten memang sudah mencapai target, tapi di tingkat puskesmas belum merata,” ungkapnya.

Baca juga: Tes Kompetensi Akademik 2026 Digelar Akhir April, SD Negeri 3 Palu Siapkan 56 Peserta

Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemantauan serta menggencarkan imunisasi tambahan di sejumlah wilayah guna menekan penyebaran dan mencegah meluasnya kasus campak di Sulawesi Tengah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved