Selasa, 21 April 2026

Sulteng Hari Ini

Prof Djayani Nurdin Sebut Program Berani Cerdas Dorong Peningkatan IPM dan IMM di Sulteng

Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, dengan Rahmad M Arsyad sebagai ketua tim.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Akademisi yang juga anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, Prof Djayani Nurdin. 

Pada tahap awal pelaksanaan, program ini sempat menghadapi sejumlah kendala, seperti potensi bantuan ganda dan lemahnya verifikasi data penerima.

Baca juga: Sidang Paripurna DPRD Donggala Setujui Laporan Pansus II Terkait LKPJ Bupati

Namun, pemerintah kini telah melakukan pembenahan sistem, dengan tidak hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tetapi juga dilengkapi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) untuk memastikan validitas data.

Selain itu, mekanisme penyaluran beasiswa juga diubah. 

Jika sebelumnya dana ditransfer langsung ke rekening mahasiswa, kini diarahkan langsung ke perguruan tinggi melalui kerja sama resmi antara pemerintah daerah dan pihak kampus.

Langkah tersebut dilakukan agar dana benar-benar digunakan untuk pembayaran biaya pendidikan.

“Sekarang sistemnya jauh lebih rapi dan akuntabel. Risiko kesalahan penyaluran sudah bisa diminimalisir,” tegasnya.

Ke depan, Program Berani Cerdas akan diarahkan lebih spesifik sesuai kebutuhan pembangunan daerah, dengan fokus pada bidang kesehatan, pertambangan, dan sektor industri.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, khususnya S2 dan S3, akan diterapkan sistem kuota berbasis kebutuhan daerah guna mencegah pengangguran terdidik.

Baca juga: Hardiknas 2026, Disdik Sulteng Buka Lomba Film Edukasi “Berani Mosipenta” Berhadiah Rp25 Juta

Bahkan, skema ikatan dinas akan diberlakukan bagi profesi tertentu, seperti dokter spesialis, agar lulusan dapat langsung mengabdi di daerah.

Untuk menjamin keberlanjutan program, TP4-Sulteng juga mendorong penguatan regulasi dari Peraturan Gubernur menjadi Peraturan Daerah (Perda), serta melakukan evaluasi berbasis dampak, seperti kelulusan tepat waktu, peningkatan indeks prestasi, dan serapan kerja lulusan.

Selain itu, tracer study akan dilakukan untuk memastikan kontribusi penerima program terhadap pembangunan daerah. 

Djayani menegaskan, Program Berani Cerdas tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah.

“Jika SDM kita cerdas dan berkualitas, maka mereka akan mampu membangun daerahnya sendiri. Itulah tujuan besar dari program ini,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved