Parigi Moutong Hari Ini
Fraksi Perindo DPRD Parimo Ancam Usulkan Pergantian Kapus Jika Program Ambulans Gratis Tak Jalan
Pernyataan itu disampaikan Arnold dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Ketua Fraksi Perindo DPRD Parigi Moutong, Arnold, menegaskan program ambulans gratis Bupati Parigi Moutong harus dijalankan tanpa pungutan biaya kepada masyarakat.
- Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan dan kepala puskesmas.
- Arnold mengingatkan jika program tidak berjalan jelas beberapa bulan ke depan, pihaknya akan mengusulkan evaluasi atau pergantian kepala puskesmas.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Ketua Fraksi Perindo DPRD Parigi Moutong, Arnold, menegaskan program ambulans gratis yang menjadi kebijakan Bupati Parigi Moutong harus dijalankan tanpa pungutan biaya kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Arnold dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas.
Arnold meminta Kepala Dinas Kesehatan serta seluruh kepala puskesmas mencatat dengan serius kebijakan tersebut.
“Ini saya tegaskan atas nama Fraksi Perindo, soal ambulans gratis ini tidak ada tawar-menawar, karena itu sudah menjadi program pak bupati,” tegas Arnold.
Ia mengatakan, jika dalam beberapa bulan ke depan program tersebut tidak berjalan dengan jelas, pihaknya akan mengusulkan evaluasi terhadap kepala puskesmas.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI Dorong Mitigasi Bencana dan Kesehatan Anak di Sulteng
“Kalau kemudian itu tidak clear sampai beberapa bulan ke depan, maka saya termasuk salah satu yang mengusulkan pergantian kepala puskesmas. Ini secara politik,” ujarnya.
Arnold mengingatkan, program ambulans gratis merupakan program prioritas Bupati Parigi Moutong yang sudah dibahas dalam rapat bersama pemerintah daerah.
Ia mengaku turut terlibat dalam pembahasan program tersebut saat rapat dengan Dinas Kesehatan sebelumnya.
“Kalau tidak keliru, waktu rapat di Komisi IV sebelum Plt Kadis Kesehatan menjabat, sudah disampaikan bahwa ada anggaran sekitar Rp1 miliar untuk program ambulans gratis ini,” kata Arnold.
Dana itu, menurutnya, diperuntukkan untuk operasional ambulans, termasuk pengangkutan pasien maupun jenazah.
Arnold menilai, jika anggaran tersebut memang sudah tersedia, seharusnya tidak ada lagi alasan bagi puskesmas untuk meminta biaya kepada masyarakat.
Baca juga: Wajibkan ASN Naik Bus Trans Palu, Hadianto Rasyid: Kendaraan Dinas Parkir di Kantor
“Kalau memang uangnya sudah ada, kenapa masih ribut soal biaya ambulans dan masyarakat masih diminta bayar,” ujarnya.
| Puskesmas Palasa Parigi Moutong Ungkap Klaim Non Kapitasi BPJS Rp365 Juta Belum Dibayarkan |
|
|---|
| Kapus Moutong Minta Dana Talangan, Klaim Biaya Rujukan Pasien Belum Dibayar Sejak Januari |
|
|---|
| Anggota DPRD Parigi Moutong Pertanyakan Soal Biaya Rujukan BPJS Masih Dibebankan ke Pasien |
|
|---|
| DPRD Parigi Moutong Siapkan 18 Regulasi untuk Sistem BLUD Puskesmas |
|
|---|
| 22 Puskesmas di Parigi Moutong Berstatus BLUD, Dinkes Target Penerapan Penuh Januari 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/uyafs8-ys89a-y89a-fa.jpg)