Pohon Tumbang Parimo
DPRD Parigi Moutong Soroti Dugaan Kelalaian Pemda dalam Perawatan Pohon, Desak Evaluasi Total
Peristiwa nahas itu terjadi saat pohon trembesi diduga sudah rapuh dan kering tiba-tiba tumbang dan menimpa pengguna jalan.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyoroti dugaan kelalaian pemerintah daerah dalam pengawasan dan perawatan pohon.
- Selain membahayakan keselamatan masyarakat, akar pohon yang tidak tertangani dapat merusak drainase, trotoar, dan badan jalan.
- Pohon trembesi tumbang menimpa pengguna jalan dan rumah warga. Korban: Ehzan (4) meninggal, Julita (41) mengalami luka dalam dan retak tulang, Safa (16) luka berat di kepala dan menjalani operasi.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyoroti dugaan kelalaian pemerintah daerah dalam pengawasan dan perawatan pohon pelindung di wilayah perkotaan.
Hal itu disampaikan menyusul insiden pohon tumbang di Jl Cinta, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menewaskan seorang anak dan melukai dua warga lainnya.
Menurut Sayutin, kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi di Parigi Moutong.
Baca juga: Pemuda Sigi Berusia 25 Tahun Dibekuk Miliki 36 Paket Sabu, Ancaman Hukuman 20 Tahun
Ia menilai peristiwa serupa sudah berulang dan kerap memicu korban jiwa maupun luka-luka.
“Sudah berulang kali memicu korban jiwa dan luka-luka. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menyebut kondisi tersebut mengindikasikan adanya kelalaian dalam pengawasan serta perawatan pohon pelindung di ruang publik.
Selain membahayakan keselamatan masyarakat, Sayutin juga menyoroti dampak lain dari pohon yang tidak terawat.
Menurutnya, akar pohon yang tidak tertangani dengan baik dapat merusak drainase, trotoar hingga badan jalan.
Baca juga: Kelompok Masyarakat Beri Santunan ke Keluarga Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong
Menindaklanjuti hal itu, DPRD Parigi Moutong mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap kondisi pohon-pohon pelindung di wilayah perkotaan.
Ia meminta dinas terkait segera melakukan pendataan dan penyisiran terhadap pohon yang berpotensi tumbang, terutama yang berada di jalur padat aktivitas masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
Peristiwa nahas itu terjadi saat pohon trembesi diduga sudah rapuh dan kering tiba-tiba tumbang dan menimpa pengguna jalan.
Akibatnya, seorang bocah bernama Ehzan (4) meninggal dunia setelah mengalami luka di bagian kepala.
Sementara dua korban lainnya, yakni Julita (41) mengalami luka dalam pada bagian perut serta retak tulang kaki dan harus dirujuk ke RSUD Undata Palu.
Baca juga: Kehadiran ASN Palu Mulai Tercatat di Aplikasi Hadirku Saat Naik Bus Trans Palu
Kemudian Safa (16), warga Desa Boyantongo Pantai, mengalami luka berat pada kepala dan harus menjalani operasi di RSUD Anuntaloko Parigi.
Selain menimpa pengguna jalan, pohon tumbang juga menghantam rumah warga di sekitar lokasi kejadian.(*)
Sulawesi Tengah
DPRD Parigi Moutong
Kabupaten Parigi Moutong
Sayutin Budianto
Kelurahan Kampal
Kecamatan Parigi
RSUD Undata Palu
RSUD Anuntaloko Parigi
| Kelompok Masyarakat Beri Santunan ke Keluarga Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong |
|
|---|
| Erwin Burase Tinjau Korban Pohon Tumbang di ICU, Minta Penanganan Optimal |
|
|---|
| Satu Korban di ICU, Keluarga Minta Penanganan Intensif Bagi Korban Pohon Tumbang di Parigi |
|
|---|
| Bupati Parigi Moutong Kunjungi Rumah Duka Bocah Korban Pohon Tumbang, Sampaikan Belasungkawa |
|
|---|
| Tangis Ibu Pecah, Peluk Anak Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/sayutin-budianto-2.jpg)