OPINI
Catatan dari Tanah Poso dan Morut: Menjaga Soliditas Organisasi Lewat Ruang Dialog
Kekuatan utama organisasi sejatinya terletak pada kebersamaan dan keterbukaan antar anggota.
Sebaliknya, ancaman terbesar justru muncul dari sikap diam yang terlalu panjang dan ketidakinginan untuk berdialog.
Di tengah dinamika yang ada, mungkin yang dibutuhkan bukan semakin banyak suara yang keras, melainkan lebih banyak suara yang jernih, berani mengajak berpikir tanpa harus saling meniadakan.
Refleksi yang didasari atas diskusi bersama diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen organisasi, mulai dari Donggala hingga wilayah lainnya, bahwa untuk melangkah maju dengan kuat, organisasi harus berani membuka diri terhadap ruang belajar dan berpikir yang sehat.(*)
| ASN Dipaksa Naik Bus, TPP Dijadikan Sandera: Instruksi Wali Kota Palu dalam Perspektif Hukum |
|
|---|
| Membangun Harapan Baru: Polisi Siber dan Transformasi Keamanan Masyarakat |
|
|---|
| Mengenang Fatmawati Soekarno dalam Balutan Wastra sebagai Ibu Bangsa |
|
|---|
| Suara Keras, Nalar Sunyi |
|
|---|
| Membaca Ulang Satgas Tambang: Di Antara Respons Cepat dan Kematangan Nalar Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ys89ay-d8a-y89a.jpg)