Senin, 20 April 2026

Sulteng Hari Ini

Kadis Cikasda Sulteng Kenalkan Inovasi IKSI dan Padungku, Ini Manfaatnya

Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan berbagai inovasi di sektor irigasi serta program sosial

Penulis: Zulfadli | Editor: Lisna Ali
TribunPalu/Zulfadli
INOVASI - Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan berbagai inovasi di sektor irigasi serta program sosial “Padungku” atau Padat Karya untuk Kemiskinan Ekstrem. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan berbagai inovasi di sektor irigasi serta program sosial Padat Karya untuk Kemiskinan Ekstrem (Padungku). 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, dalam konferensi pers di Aula Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (14/4/2026) sore.

Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang diisi dengan penyampaian capaian pembangunan oleh perangkat daerah.

Andi Ruly menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan Cikasda yakni penerapan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) dalam pengelolaan jaringan irigasi.

INOVASI - Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, menjelaskan  inovasi yang dikembangkan Cikasda yakni penerapan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) dalam pengelolaan jaringan irigasi, Selasa (14/4/2026) sore.
INOVASI - Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, menjelaskan inovasi yang dikembangkan Cikasda yakni penerapan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) dalam pengelolaan jaringan irigasi, Selasa (14/4/2026) sore. (TribunPalu/Zulfadli)

Ia menyebut, Cikasda saat ini bertanggung jawab atas 30 daerah irigasi kewenangan provinsi yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

“Melalui IKSI, kami mendorong peningkatan kinerja pengelolaan irigasi agar lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Cikasda juga menjalankan program Padungku sebagai upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem berbasis padat karya.

Program ini merupakan transformasi dari pola pemeliharaan jaringan irigasi yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok tani, menjadi melibatkan masyarakat miskin ekstrem.

Dalam pelaksanaannya, Cikasda menggandeng Universitas Tadulako untuk mengidentifikasi masyarakat miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil 1.

Baca juga: Pemprov Sulteng Alokasikan Rp36 M Perbaiki Jalan Pangkalaseang-Sobol Banggai

Masyarakat tersebut kemudian dilibatkan dalam kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi, seperti penggalian sedimen dan pembersihan lumpur.

“Sejak 2025 hingga 2026, kami telah mengintervensi sekitar 168 masyarakat miskin ekstrem untuk terlibat dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Melalui program tersebut, para peserta memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp650 ribu per bulan.

“Tujuannya agar mereka mendapatkan tambahan pendapatan dan secara bertahap keluar dari kategori kemiskinan ekstrem,” tambahnya.

Tak hanya itu, Cikasda juga menginisiasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik sebagai bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Baca juga: Marak Anak Jadi Pengemis di Kota Palu, Dinsos Duga Eksploitasi Terkoordinir

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved