Idul Adha 2026
Jelang Idul Adha 2026, Disbunak Sulteng Ingatkan Peternak Waspada PMK
Virus PMK dapat menular melalui kontak langsung antarternak, peralatan kandang, pakan, bahkan kendaraan pengangkut ternak.
Ringkasan Berita:
- Pemprov Sulteng mengimbau peternak memastikan ternak sehat, divaksinasi, dan tidak mencampur ternak baru dengan ternak lama untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
- Virus PMK memiliki masa inkubasi 14 hari; gejalanya meliputi demam, luka di mulut dan kuku, serta penurunan nafsu makan.
- Langkah pengawasan ini bertujuan menjaga kesehatan ternak agar aman untuk kurban Idul Adha 2026 sekaligus menekan risiko penyebaran PMK di Sulawesi Tengah.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengimbau peternak untuk lebih waspada terhadap kesehatan ternak, terutama terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Dandy Alfita, menyebutkan pentingnya pemantauan kondisi ternak dan kebersihan kandang.
Ternak dari luar harus melalui pemeriksaan ketat sebelum dicampur dengan ternak lainnya.
Baca juga: Polres Banggai Amankan Dua Pelajar SMK Tersangka Pengeroyokan di Luwuk
“Pastikan ternak akan dikurbankan sehat, telah divaksinasi, dan bebas gejala PMK. Perubahan cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko penyebaran virus,” kata Dandy Alfita.
Kasus PMK di Sulteng tahun ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pencegahan tetap menjadi kunci utama.
Virus PMK dapat menular melalui kontak langsung antarternak, peralatan kandang, pakan, bahkan kendaraan pengangkut ternak.
Masa inkubasi virus sekitar 14 hari, dengan gejala meliputi demam, luka di mulut, lidah, dan kuku, serta penurunan nafsu makan.
Baca juga: Uya Kuya Meradang Diisukan Raup Rp4,5 M dari MBG, Langsung Seret Pelaku ke Polisi
Dandy menyarankan peternak untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Menjaga kebersihan kandang dan peralatan.
- Melakukan isolasi ternak baru sebelum dicampur dengan ternak lama.
- Memastikan ternak telah mendapatkan vaksinasi PMK.
- Memantau kualitas pakan dan kesehatan ternak secara rutin.
“Dengan langkah pencegahan ini, kita bisa memastikan hewan kurban sehat dan aman bagi masyarakat, sekaligus menekan penyebaran PMK di Sulteng,” pungkasnya.
Baca juga: Desak Robohkan Portal Pasar Simpong, Pedagang sampai Tukang Ojek Demo di DPRD Banggai
Pemerintah Provinsi berharap kerja sama peternak dan masyarakat dapat membuat pelaksanaan Idul Adha 2026 berjalan lancar dengan ternak yang sehat dan berkualitas.(*)
| 120 Sapi Kurban Akan Dikirim ke Luar Daerah, Instalasi Karantina Sulteng Siap Tampung 400 Ekor |
|
|---|
| Badan Karantina Indonesia Pastikan Sapi Kurban Sulteng Dipasok ke Luar Daerah Bebas PMK |
|
|---|
| Kabupaten Donggala Jadi Tertinggi Vaksinasi PMK di Sulteng Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Vaksinasi PMK di Donggala Tembus 1.460 Ekor Sapi hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Dinas Pertanian dan Peternakan Donggala Rencanakan Periksa Hewan Kurban Sebelum Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Disbunnak-Sulteng-Dandy-Alfita.jpg)