Sulteng Hari Ini
Kemensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Sulteng, Target 1.000 Siswa pada 2026
Selain pembangunan infrastruktur, Kemensos juga fokus pada penjangkauan peserta didik.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Sosial RI mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tengah untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan.
- Pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan daerah, di mana lahan disiapkan pemda dan pembangunan fisik didanai APBN.
- Pada 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 30 ribu siswa secara nasional, sehingga total mencapai 46 ribu siswa dari sebelumnya 16 ribu pada 2025.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Sosial (Kemensos) RI mendorong percepatan pendirian Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) guna mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan.
Hal ini disampaikan saat Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menghadiri pertemuan Kolaborasi program prioritas presiden yang berlangsung di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (20/4/2025).
Ia menyampaikan, pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk pembangunan gedung permanen yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atas persetujuan Presiden.
“Semua dukungan diberikan oleh Bapak Presiden untuk Sekolah Rakyat ini. Kita bekerja sama dengan daerah, misalnya penyediaan lahan oleh bupati atau wali kota, sementara pembangunan fisiknya didanai melalui APBN,” ujar Saifullah Yusuf.
Menurutnya, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Kemensos juga fokus pada penjangkauan peserta didik.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 30 ribu siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Baca juga: Polres Sigi Latih 47 Relawan Pengolah Makanan, Pastikan Program MBG Aman dan Berkualitas
Sebelumnya, pada 2025, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat sekitar 16 ribu orang dari jenjang SD hingga SMA. Dengan penambahan tersebut, total siswa pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 46 ribu orang.
Saifullah Yusuf juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini, mulai dari penyediaan lahan, pengusulan kepala sekolah, hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyebutkan bahwa realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya terus berjalan.
Ia mengungkapkan, saat ini telah terdapat empat Sekolah Rakyat rintisan di Sulteng, masing-masing berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Buol.
“Sudah ada beberapa Sekolah Rakyat di Sulteng. Menyusul kabupaten lain yang saat ini sementara mempersiapkan lahan untuk diusulkan ke Kementerian Sosial,” kata Anwar Hafid.
Baca juga: Wahyu Petinju Muda Asal Desa Towale Donggala Sabet Medali Emas di Piala Bupati Sangihe
| Orasi Ilmiah di UIN Datokarama Palu, Mensos Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan |
|
|---|
| Anwar Hafid Ungkap Paradoks Sulteng, Kaya SDA Tapi Masih Tinggi Kemiskinan |
|
|---|
| Teken MoU bersama UIN Datokarama Palu, Mensos Fokus Perkuat Kelompok Rentan dan Desa Mandiri |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Pastikan Program Masyarakat Berdasarkan DTSEN Terverifikasi |
|
|---|
| Fajar Alamri, Talenta Cilik Sulawesi Tengah Siap Menembus Panggung Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/4289y8912y8912y831jpg.jpg)