Kamis, 30 April 2026

Sigi Hari Ini

Mahasiswa UIN Soroti Kondisi Dusun Tompu Sigi, Warga Turun Jurang Demi Air Bersih

Akses jalan yang sulit juga disebut berdampak pada sektor pendidikan karena menjadi kendala bagi tenaga pengajar maupun aktivitas belajar warga.

Tayang:
Handover/Handover
SOROTI KONDISI AKSES JALAN DESA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (DEMA FDKI) UIN Datokarama Palu menyoroti kondisi keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar yang masih dihadapi warga Dusun Tompu, Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • DEMA FDKI UIN Datokarama Palu menyoroti keterbatasan infrastruktur di Dusun Tompu, Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, terutama akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.
  • Jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah sepanjang sekitar 8 kilometer, sehingga menyulitkan mobilitas warga, distribusi logistik.
  • Selain jalan, warga juga kesulitan air bersih karena harus mengambil langsung dari sumber di medan terjal, sehingga mahasiswa mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (DEMA FDKI) UIN Datokarama Palu menyoroti kondisi keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar yang masih dihadapi warga Dusun Tompu, Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Sorotan tersebut muncul setelah mahasiswa melaksanakan kegiatan Kampung Karakter Nusantara pada 23–26 April 2026 di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa melakukan observasi lapangan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melihat kondisi sosial dan kebutuhan dasar warga di kawasan pegunungan.

Baca juga: Berani Cerdas, Berani Sehat: Berani Menagih Janji di Tengah Fakta

Berdasarkan hasil observasi, akses menuju Dusun Tompu sepanjang kurang lebih 8 kilometer masih berupa jalan tanah dengan kondisi rusak, tidak rata, dan berlumpur saat hujan.

Kondisi jalan tersebut dinilai menyulitkan mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan.

Ketua Umum DEMA FDKI UIN Datokarama Palu, Mohamad Rifal, mengatakan kondisi akses jalan yang terbatas menjadi tantangan serius bagi masyarakat, terutama saat situasi darurat.

“Ketika ada warga yang sakit, akses yang sulit tentu menjadi kendala tersendiri, khususnya jika membutuhkan penanganan cepat,” ujarnya, Kepada Tribunpalu.com, Kamis (30/4/2026).

Selain persoalan infrastruktur jalan, warga Dusun Tompu juga menghadapi keterbatasan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus menuruni medan terjal sekitar 100 meter menuju sumber mata air, kemudian membawa air kembali ke permukiman secara manual.

Aktivitas tersebut dilakukan secara rutin oleh warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Wagub Sulteng Minta OPD Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus DPRD LKPJ 2025

Menurut Rifal, kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan pemerataan pembangunan di wilayah dengan keterbatasan geografis.

“Persoalan yang ditemukan bukan hanya soal jalan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.

Akses jalan yang sulit juga disebut berdampak pada sektor pendidikan karena menjadi kendala bagi tenaga pengajar maupun aktivitas belajar warga.

Atas temuan tersebut, DEMA FDKI UIN Datokarama Palu merekomendasikan percepatan pembangunan dan pengerasan jalan menuju Dusun Tompu, penyediaan sistem distribusi air bersih, penguatan layanan kesehatan, serta dukungan sektor pendidikan di wilayah dengan akses terbatas.

Baca juga: Haekal Ishak Desak Perusahaan Penuhi Tuntutan Warga Palu Utara

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved