Jumat, 1 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

SPMB Sulteng 2026/2027 Terapkan 4 Jalur, Domisili Jadi Porsi Terbesar 35 Persen

Jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas diberikan porsi 30 persen.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Robit/Robit Silmi
KEPALA DINAS PENDIDIKAN SULTENG - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan kembali menerapkan skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA Tahun Ajaran 2026/2027 dengan empat jalur seleksi yang tetap sama seperti tahun sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • SPMB SMA Sulteng 2026/2027 tetap menggunakan empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
  • Jalur domisili atau zonasi ditetapkan 35 persen, diikuti afirmasi 30 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
  • Skema ini diterapkan untuk pemerataan pendidikan serta memberi kesempatan adil bagi siswa dari berbagai latar belakang.

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan kembali menerapkan skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA Tahun Ajaran 2026/2027 dengan empat jalur seleksi yang tetap sama seperti tahun sebelumnya.

Skema tersebut terdiri dari jalur domisili (zonasi), afirmasi, prestasi, dan mutasi. Dari keempat jalur tersebut, domisili menjadi jalur dengan porsi terbesar dalam penerimaan siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza Dg Parebba, menjelaskan bahwa jalur domisili atau zonasi ditetapkan sebesar 35 persen dari total kuota penerimaan.

Baca juga: Tak Berubah, Ini Skema Jalur SPMB SMA Sulteng 2026, Pendaftaran Mulai Mei

Sementara itu, jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas diberikan porsi 30 persen.

Jalur prestasi juga memperoleh alokasi 30 persen, sedangkan jalur mutasi sebesar 5 persen.

Menurutnya, kebijakan ini tetap dipertahankan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi siswa berprestasi maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia menegaskan bahwa sistem ini juga dirancang untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan antarwilayah serta meningkatkan kualitas pemerataan siswa di sekolah negeri.

Selain itu, Dinas Pendidikan Sulteng telah melakukan pemetaan jumlah rombongan belajar (rombel) dan daya tampung di masing-masing sekolah guna mengantisipasi lonjakan pendaftar setiap tahun ajaran baru.

Dengan sistem pendaftaran berbasis online, proses SPMB diharapkan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Baca juga: Stafsus Menag RI Gugun Gumilar Ajak Pemuda Sulteng Jadi Agen Perubahan

Pemerintah juga mengimbau calon peserta didik dan orang tua untuk memperhatikan jadwal serta menyiapkan seluruh persyaratan sejak dini agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar tanpa kendala.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved