Jumat, 1 Mei 2026

Poso Hari Ini

Stunting di Poso Turun Jadi 5,08 Persen, Pemkab Perkuat Strategi Berbasis Data

Acara dibuka oleh Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang didampingi Wakil Bupati Poso, H Soeharto Kandar.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Pemerintah Kabupaten Poso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 secara hybrid. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Poso menggelar Musrenbang Tematik Stunting 2026 secara hybrid sebagai tindak lanjut program percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah.
  • Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, menegaskan bahwa stunting adalah ancaman serius bagi kualitas SDM sehingga penanganannya harus melibatkan semua pihak, tidak hanya sektor kesehatan.
  • Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data digital melalui Web Aksi Bangda untuk mendukung perencanaan dan evaluasi program.

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kabupaten Poso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 secara hybrid.

Kegitan itu di Aula Bapelitbangda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah tentang Pelaksanaan Analisis Situasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.

Acara dibuka oleh Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang didampingi Wakil Bupati Poso, H Soeharto Kandar.

Turut hadir Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Poso, unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah diantaranya dinas kesehatan provinsi sulawesi tengah, dinas kesehatan kabupaten poso, dinas pendidikan, DP3A, bapelithbangda, para camat, kepala desa, lurah, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Poso.

Dalam sambutannya, Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang menegaskan bahwa persoalan Stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.

Baca juga: Program Desa Cantik Diluncurkan, Morowali Utara Siapkan Tiga Wilayah Percontohan

"Anak yang mengalami Stunting berisiko menghadapi hambatan pertumbuhan, perkembangan kognitif yang tidak optimal, serta penurunan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, penanganan Stunting harus menjadi gerakan bersama," tegas Bupati Verna.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab penanganan Stunting tidak hanya berada pada Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga seluruh keluarga sebagai garda terdepan.

Bupati Verna secara khusus menekankan pentingnya penguatan Web Aksi Bangda sebagai instrumen strategis dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi konvergensi penanganan Stunting di Kabupaten Poso.

"Di era digital, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi juga oleh ketepatan data, konsistensi pelaporan, dan akuntabilitas kinerja," ujarnya.

Ia secara khusus menginstruksikan kepada tiga pilar administrator, yakni Admin Kecamatan, Admin Puskesmas, dan PLKB, untuk memberikan perhatian penuh terhadap timeline penginputan dan pengisian data sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Jangan ada keterlambatan, kelalaian, atau data yang tertunda, karena hal ini akan mempengaruhi analisis dan pengambilan kebijakan daerah. Jika data kuat, maka langkah kita akan tepat, dan target penurunan Stunting di Kabupaten Poso dapat kita capai secara lebih efektif," tegasnya.

Baca juga: Wakil Bupati Sigi Ungkap Perkembangan Koperasi Merah Putih di 176 Desa

Bupati Verna juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang telah diraih Kabupaten Poso sebagai Peringkat Terbaik I se-Sulawesi Tengah dalam Evaluasi 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2024. Namun ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved