Poso Hari Ini
Stunting di Poso Turun Jadi 5,08 Persen, Pemkab Perkuat Strategi Berbasis Data
Acara dibuka oleh Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang didampingi Wakil Bupati Poso, H Soeharto Kandar.
"Capaian ini jangan membuat kita berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi daerah," katanya.
Bupati menyebut dua inovasi unggulan daerah yang terus didorong, yakni program "Mosintuwu Mamporewu Balita Stunting" (M2BS) dan gerakan "GERTAK PENTING" sebagai langkah nyata dalam menurunkan angka Stunting secara berkelanjutan.
Bupati juga mengingatkan bahwa pencegahan dan penanganan Stunting harus dimulai dari hulu, yakni sejak masa remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga masa balita.
Pemenuhan gizi yang baik, akses air bersih, sanitasi layak, pelayanan kesehatan berkualitas, serta edukasi pola asuh menjadi pilar utama yang harus terus diperkuat bersama.
Dalam paparannya, Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar menyampaikan data terkini prevalensi balita Stunting di Kabupaten Poso Tahun 2025 berdasarkan Web Aksi Bangda. Dari 19 kecamatan yang tercatat, terdapat variasi prevalensi yang cukup signifikan.
Baca juga: Dishub Palu Tambah Armada di Tiga Rute Utama, Cek Koridornya
Kecamatan Lore Peore mencatat prevalensi tertinggi sebesar 13,69 persen, disusul Lore Tengah sebesar 12,7 % , dan Poso Pesisir Selatan sebesar 9,23 % . Sementara kecamatan dengan prevalensi terendah adalah Lore Timur sebesar 0,69 % , Lore Selatan sebesar 1,85 % , dan Poso Kota Selatan sebesar 1,31 % .
Data berdasarkan metode pengukuran EPPGBM menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari 12,38 % pada 2021 menjadi 5,08 % pada 2025.
Musrenbang ini juga menyoroti capaian 31 indikator layanan konvergensi Stunting.
Sejumlah indikator berhasil melampaui target, di antaranya ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) sebesar 87,68?ri target 85 % , pemeriksaan kehamilan (ANC) 6 kali sebesar 93,95?ri target 80 % , serta penerbitan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang mencapai 100?ri target 40,33 % .
Namun demikian, sejumlah indikator masih menjadi perhatian serius. Di antaranya, pendampingan kelompok sasaran oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) baru mencapai 11,92?ri target 73,80 % , penemuan kasus pneumonia balita hanya 4,62?ri target 75 % , skrining anemia remaja putri baru 31,44?ri target 96 % , serta akses sanitasi rumah tangga yang baru mencapai 66,73?ri target 100 % .
Musrenbang tematik ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi hambatan di lapangan, sekaligus menyusun langkah-langkah konkret demi mewujudkan generasi Poso yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. (*)
| May Day 2026 di Poso, Gotong Royong Pembersihan Pantai dan Penanaman Mangrove |
|
|---|
| Kasus Dugaan Korupsi Perahu Fiber Morowali, Kuasa Hukum Ajukan Prapid ke PN Poso |
|
|---|
| Bupati Poso Apresiasi Sinergi Kejaksaan Tinggi dan Pemerintah Daerah Sulteng |
|
|---|
| Warga Desa Malei Hearing Ke DPRD Poso Soal Kasus Ilegal Logging, Desak RDP Bersama OPD |
|
|---|
| Reforma Agraria di Poso, 1.500 Hektare Lahan HGU Disiapkan untuk Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/fsa89yfsa89fya89fya89jpgggg.jpg)