Sabtu, 2 Mei 2026

Hari Buruh 2026

Ratusan Mahasiswa Aksi May Day di Palu, Desak Hapus Outsourcing Hingga Soroti Kecelakaan Kerja

Pantauan TribunPalu.com di lokasi, massa aksi memadati badan jalan sambil membawa spanduk dan bendera organisasi. 

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Zulfadli
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Buruh dan Rakyat Berkuasa menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Palu, Jumat (1/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Buruh dan Rakyat Berkuasa menggelar aksi May Day 2026 di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu. 
  • Massa membawa spanduk, bendera organisasi, hingga sempat membakar ban dan berorasi di jalan.
  • Aksi ini mengusung sekitar 22 tuntutan, terutama menolak praktik outsourcing, menuntut perlindungan buruh perempuan, serta perbaikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Buruh dan Rakyat Berkuasa menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional  ( May Day ) 2026 di Kota Palu, Jumat (1/5/2026).

Aksi dipusatkan di depan gerbang Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur.

Pantauan TribunPalu.com di lokasi, massa aksi memadati badan jalan sambil membawa spanduk dan bendera organisasi. 

Sejumlah peserta tampak mengenakan almamater kampus seperti Unisa dan UIN Datokarama Palu. 

Bendera organisasi seperti Walhi, Partai Hijau Indonesia, Yayasan Tanah Merdeka, GMNI hingga FSPIM juga berkibar di tengah kerumunan.

Dalam aksi tersebut, massa sempat membakar ban di tengah jalan dan bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. 

Terlihat beberapa orator berdiri di atas bak kendaraan, menyuarakan tuntutan di hadapan massa yang berbaris rapi menutup sebagian ruas jalan. 

Baca juga: JOB Tomori Raih 2 Penghargaan 18th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2026 di Bangkok

Di sisi lain, spanduk berwarna merah bertuliskan tuntutan kesejahteraan buruh dibentangkan di barisan depan.

Selain itu, massa juga membagikan selebaran berjudul “Aliansi Buruh & Rakyat Berkuasa”. 

Dalam selebaran tersebut, tertulis seruan “Ganyang Kapitalisme” disertai ilustrasi buruh mengangkat palu di tengah latar pabrik berasap. 

Isi selebaran menyoroti gelombang PHK, praktik kerja berbahaya, hingga tuntutan jaminan kerja layak dan perlindungan buruh.

Selebaran itu juga mengkritik praktik eksploitasi tenaga kerja, termasuk program magang yang dianggap menjadikan mahasiswa sebagai tenaga kerja murah.

Massa menyerukan solidaritas buruh, penolakan ketidakadilan, serta ajakan untuk membangun kekuatan kolektif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved